RSS

Persiapan MOS : Mencari Rute Hiking

15 Nov

Pulang dari Study Tour, bukan berarti aku bisa menikmati sisa liburan dengan tenang. Justru setelah itu akan ada banyak job menumpuk. Mulai dari persiapan MOS, Pembagian Kelas, Pemilihan Ketos baru, LDK OSIS, dan sederet aktivitas lainnya.

Maka jadilah, pada tanggal 8 Juli 2012… sehari sebelum pelaksanaan MOS resmi dimulai, kami para panitia MOS mencari rute untuk hiking.


Memulai perjalanan panjang, mencari rute hiking. πŸ˜€

Perjalanan dikuti oleh OSIS Inti, para panitia, dan perwakilan ekstra untuk mencari pos masing-masing. Konsep rute sama seperti tahun kemarin, hanya saja posnya akan kami tambah karena menyesuaikan dengan jumlah ekstra yang ada.

Dari sekolah, kami berbelok ke arah kanan dan masuk ke area pemakaman. Disini juga akan kami jadikan pos 1.


Dita and Elsie.. eksis ditengah kuburan. πŸ˜€

Lepas dari kuburan Muslim, kami berbelok menuju pemakaman Kristen. Dari sana masuk ke kebon. Agak menyusahkan jalannya memang, dan akhirnya kami sampai di jembatan takdir. Jembatan ini disusun oleh Ikshan, Abid dan perlengkapan MOS tahun kemaren. Masih awet ya.. hahaha.. πŸ˜€

Jembatan ini dibangun di atas kali kecil. Pasirnya dalem, jadi gak bisa disebrangi dengan kaki. Makanya mau gak mau harus lewat jembatan. Panitia yang bawa motor terpaksa muter cari jalan laen.. wkwkwk..


Satu per satu panitia menyebrangi jembatan takdir.


Inilah jembatan takdir. πŸ˜€

Jujur aja, aku paling merasa kesusahan pas lewat jembatan laknat itu. =_= Yang dipikiranku cuman satu : “Semoga bambunya enggak patah!” Hufh… syukur Alhamdulillah aku bisa melewatinya dengan selamat. πŸ˜€

Dan setelah semua menyebrang.. kami melanjutkan perjalanan menyusuri perkebonan.

Dari jalan tadi, kami melewati jalan kecil lalu berbelok ke sebelah kiri dan masuk ke hutan lagi. Dan di ujung hutan ada jembatan kayu. (Ini bukan jembatan buatan kami lagi.. hehe.. πŸ˜€ )


Melewati jembatan kayu.

Setelah melewati jembatan kayu, kami sampai di hutan lagi. Dan disitu kami bingung. Rute terlalu pendek dan karena terlalu sama dengan tahun kemarin, jadinya tidak terlalu berkesan.Β  Daan… tralalala trililili..Β  muncul ide mafia Ikshan dan Abid yang akhirnya membuat jembatan ini kami restui untuk dilewati juga.


Riestya beraksi. Hahaha.. πŸ˜€

Setelah bereksperimen dengan jembatan baru, kami pun melanjutkan perjalanan. Disana kami bertemu dengan Irfan dkk yang naek motor.


Gue gak inget, sejak kapan Grandmaeh, Tiara bawa batang singkong gituan? Jadi makin mendekati jati diri… =_= *dilempar sendal sama Tiara* Hehe… pisss.. πŸ˜€

Dan kami menemukan kali lagi… yeyeii.. πŸ˜€ hore… karena lahannya becek plus rawan, jadi kami enggak bangun jembatan dan langsung terabas kalinya. Kapan ya terakhir kali aku ecek-ecekan di kali kayak gini.. πŸ˜€ hahaha…


Menyebrangi kali baru. πŸ˜€ (Putri, me, Dita, Vikruk and Chusna)

Tapi enggak semuanya bisa menyebrang dengan mulus. Irfan datang dengan motornya dan menerjang kali. Akibatnya… gini deh.


Motor jadi kerjaan bersama. Wkwkwk…

Untunglah dengan kerja sama yang baik, motor bisa di angkat dan kami melanjutkan perjalanan.


Menyusuri jalan kecil bertabur dedaun kering. Yang bawa tongkat : Grandma… Wkwkwk..


Yang di atas motor : Irfan, Chusna, Dita. Aneh-aneh wae.. hahaha.. πŸ˜€

Walau pun ditengah jalan ada kendala karena mempermasalahkan rute dan pos, tetapi akhirnya kami berhasil sampai ke jalur akhir. Yup, setelah melewati kebon dan kali, finally we arrived at Rimpon.


Ternyata selain motor, ada panitia yang bawa sepeda juga. πŸ˜€ (yang lagi boncengan : Erdi dan Elsi)

Pos PMR dan OSIS sudah kami tetapkan di daerah rimpon tadi. Dan akhirnya… perjalanan pulang.. πŸ˜€


Melewati persawahan dibawah langit terbuka.. πŸ˜€

Setelah melewati persawahan, tibalah kami diperumahan penduduk. Disana kami sempat beli es tung-tung dan makan rame-rame. Hehe.. seger euy.. πŸ˜€


Ikhsan eksis.

Selesai makan, kami lanjut jalan lagi. Tapi, entah karena capek, ato khilaf.. pas ngeliat pohon penuh jambu air yang merah-merah kami langsung kalap nyerbu. Padahal belom ijin. =__= Yaoloh.. ampuni dosa kami… Haha..


Perilaku anak muda zaman sekarang. πŸ˜€

Kami baru izin kepada pemiliknya setelah sukses mengantongi beberapa jambu. πŸ˜€ Untunglah sang pemilik bermurah hati dan mengizinkan kami mengambil sepuasnya… hahaha..


Liat tuh jambu-jambu ditangan mereka.. kekekeke..

Kata Pak Ustadz (Nopri) : “Rasa neraka ini…”
Halah, akhirnya tetep dimakan juga.. wkwkwk..

Sambil ngunyah jambu sepanjang jalan. Sampai juga kami di SMA 1 Tumijajar. Hufh.. rasanya capek banget.. tapi seru. Buktinya kami masih sempet kumpul-kumpul di musola bentar sambil ngemil jambu hasil curian eh, minta di jalan tadi. ^_^

Hufh.. baiklah, bersiap untuk pelaksanaan MOS besok! πŸ˜€

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada November 15, 2012 in Jalan-Jalan, MOS, Sekolah

 

4 responses to “Persiapan MOS : Mencari Rute Hiking

  1. Tiara

    November 16, 2012 at 5:27 am

    takkan terlupakan πŸ˜€
    Itu nemu batang singkon di jalan, buat meriksa ada makhluk melata nggk πŸ˜€

     
    • Eternity Stories

      November 16, 2012 at 5:35 am

      teet.. alibi ditolak.. πŸ˜€
      waktu itu kamu bilangnya buat mempemudah kalo jalan menanjak.. wkwk..
      lagian kalo ada mahluk melata.. paling kayunya kamu anggurin, terus kamu lari.. =_= (kekekeke..)

       
  2. JM

    Juli 16, 2013 at 2:12 am

    ahahaa…..
    ei, foto2 nya aku upload di fb yaaa πŸ˜€

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: