RSS

Galau PTS… Galau PTN

04 Apr

galau

Tadi siang, sehabis keliling kelas XI untuk acara tahunan kami –perpisahan ke kelas-kelas dengan adek kelas, gue disuruh Pak Santoso ke kantor. Ada paket dari Universitas Sanatha Darma. Gue shock. Apa-apa jangan gue keterima???Setelah memakai sepatu, gue langsung pergi ke kantor dan mengambil paket tersebut. Ternyata benar, dari Sanatha Darma. Gue keterima jurusan BK disana. By the way, BK itu itu pilihan kedua. Pilihan pertam psikologi belum cukup beruntung.

Photo3097
Berkas dari Sanatha Darma..

Gue pergi ke musola, dan duduk termenung di terasnya. Hufh.. dari kemaren gue kebanjiran universitas swasta. Dari empat yang gue daftarin, Alhamdulillah semuanya keterima. Cuman ya itu, biaya dan izin tidak memungkinkan keempat universitas itu bisa gue daftar ulang semua.

 ******

Jauh di tahun 2012. Gue daftar di Institut Teknologi Telkom dengan pilihan S1 Teknik Telekomunikasi. Enggak nyangka, dengan nilai super ngepas itu ternyata gue keterima. Melihat akreditas dan peluang kerja, gue tentu mengambil PTS itu –sebagai cadangan. Karena semua biaya pendaftaran harus sudah lunas sebelum Februari, gue bayarlah semua biaya administrasi. (Totalnya lebih dari 20 jeti…. *yaeyalah namanya juga pembayaran lunas*).

4
IT Telkom

Setelah itu, gue tenang-tenang aja. Karena udah dapet PTS untuk cadangan kuliah. Di tahun 2013, lagi-lagi banjir info pendaftaran PTS. Beberapa temen gue udah ada yang keterima. Kayak Rodo dan Hosea yang keterima di Universitas Pelita Harapan, Iin di Ahmad Dahlan dan UMY, dan laen-laen.

Melihat banyak yang keterima, gue iseng-iseng pengen nyoba daftar sana-sini juga. Saat itu, gue mendaftar di tiga PTS. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Universitas Tarumanegara dan Universitas Sanatha Darma.

Di UMY, gue ngambil S1 – Hubungan Internasiona (IPIREL), di Untar gue ngambil S1 Psikologi sama S1 Teknik Informatika, di USD gue ngambil S1 Psikologi sama S1 Bimbingan dan Konseling. Berkas pun gue kirim.

Tadinya gue enggak yakin keterima di UMY –mengingat nilai gue enggak bagus-bagus amat (dibanding anak-anak unggulan yang nilainya bikin silau mata), gue juga gak terlalu optimis di Untar, soalnya ada beberapa syarat yang enggak terpenuhi. Kayak minimal selisih nilai di raport dengan KKM, harusnya minimal +5, gue ada yang cuman selisih +2 angka, bahkan enggak naek sama sekali.

Hari demi hari berlalu, yang pertama datang adalah pengumuman UMY. Pagi itu, baru selesai mandi, si Vikruk SMS, suruh gue ngebuka internet liat pengumuman UMY. Cuman karena gue udah kesiangan, permintaan Vikruk tidak gue lakukan.

Gue sampe disekolah sangat siang. Buktinya gue dapet parkiran di luar sekolah –di lapangan basket. Gue turun dari motor dan ketemu Deni. Terus kita ngobrol-ngobrol bareng sambil ke fotocopy di samping sekolah –gue waktu itu mau beli spidol buat Ujian Praktek gambar. Ternyata dia juga daftar di UMY. Dan kata dia.. gue keterima.

“Serius, Den?! Keterima di mana? HI?” Gue histeris.
“Iya, tadi aku udah liat.. kamu keterima.. terus Vikri, terus..”
“HUWA!! KETERIMA!! AAAAA! GAK NYANGKA!!”
(ekspresi hiperbola di atas itu sudah sering terjadi… harap maklum, ehm.. =_=)

Pas gue liat pengumumannya sendiri, ternyata gue keterima di HI kelas reguler. Padahal gue daftarnya IPIREL lho… Well, mungkin nilai gue enggak memenuhi kriteria, makanya diturunin ke kelas reguler. It’s alright, yang penting keterima di HI. 😀 (Ahamdulillah..) Biaya registrasi ulangnya juga enggak terlalu mahal. Tapi entah, orang tua gue ngebolehin ngambil di UMY ato enggak. 😥

kampus-umy1
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Minggu pertama di bulan April adalah pengumuman di Untar. Gue cek di situsnya.. gue mulai deg-deg’an. Gue masukin nomor registrasi daaan… eng ing eng… gue keterima di dua jurusan yang gue pilih. Psikologi kategori kelulusan 3. Dan Teknik Informatika di kategori kelulusan 2. Aaaa…. Alhamdulillah! Keterima lagi! 😀 (jangan bayangin kayak apa ekspresi gue saat itu)

Tapi registrasi ulangnya mepet banget. Orang tua gue lagi di Bandar Lampung semua. Terus gue telpon my father, dan.. badly.. gue enggak dibolehin daftar di Untar. Karena masalah waktu buat registrasi ulang dan biaya. Ya.. kalo udah nyangkut biaya, gue mau kuasa apa lagi. Mau enggak mau, gue harus ngelepasin Untar. (Damn! It really close!) 😥

untar1
Universitas Tarumanegara

Dan, sampailah di kejadian tadi siang saat gue nerima berkas penerimaan dari USD. Gue kembali mikir soal biaya. Pasti enggak dibolehin. Apalagi biaya di USD lebih besar daripada di Untar. Absolutely, positif enggak boleh. =_=

Tinggal UMY ini.. gue masih mempertanyakan.. apakah diperbolahkan ato enggak. 😥

USD
Universitas Sanatha Darma

******

Dibalik semua keberuntungan ini, entah kenapa gue merasa takut. Gue keterima terus di PTS-PTS yang gue daftarin, tapi gimana nasib PTN gue sendiri?! Jangan-jangan keberuntungan gue udah habis buat di PTS, giliran PTN…. nasib gue…. 😥

Ya Allah.. apa pun yang terjadi di PTN, gue cuman bisa berserah diri dan mendukung lewat doa. Hanya aja gue akhir-akhir ini berpikir, kakak kelas gue aja, yang Juara Olimpiade, nilainya bagus, tetep enggak keterima.. apalagi gue. Ada juga kakak kelas gue, yang ibadahnya rajin, doa terus… bahkan sejak dari semester 1 udah berdoa dimohon kelulusannya di SMPTN, tapi tetep enggak keterima.

Sedangkan gue? Belajar jarang, nilai pas-pas’an, doa sekedarnya. Gue kadang merasa kecil kalo membandingkan usaha mereka dengan usaha gue. Gue enggak banyak berkorban seperti mereka, tapi gue sering menggantung harapan dan mimpi yang besar di depan kening gue. Kesannya enggak seimbang aja. Usaha dan keinginan tidak berbanding lurus.. tetapi mengharapkan hasil yang besar.

Entahlah. Kalau sudah membahas nasib. Gue enggak bisa berbuat banyak. Semua Allah yang menentukan, Allah yang telah menggariskan semuanya bahkan sejak kita masih di dalam kandungan. Tidak ada yang tau masa depan. Dan tidak ada satu pun yang bisa menebak takdir seseorang.

Oke, itu sedikit curahan dari gue. Hehe.. thanks for read.. Sampai jumpa di next post! 😀

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2013 in Kelas XII, Sekolah, Uncategorized

 

4 responses to “Galau PTS… Galau PTN

  1. Anita

    Mei 27, 2013 at 11:13 am

    emang kalo gak lolos HI IPIREL bisa langsung ke Regulernya?

     
    • Eternity Stories

      Mei 28, 2013 at 3:24 am

      Em… gak ngerti juga sistemnya gimana.
      Tapi waktu itu, dảri sekolahku dua oảng yang daftar.
      Temenku HI reguler. Aku HI IPIREL.
      Tapi yang keterima malah aku, padahal nilai temenku jauh lebih tinggi dari punyaku. Anehnya, aku keterimanya bukan di IPIREL. Tapi reguler.

       
  2. Nurhidaya Agus

    Februari 22, 2015 at 10:33 am

    kk aku ke terima di hi ipirel jg tpi tiba2 skrg jdi agak dilema nih ??soal.y biaya.y bnyak bangat terus jauh banget dari kampung sya soalnya saya orang sulsel jadi agak dilema sekarang…saya juga dari keluarga yang pas pasan takutnya dikelas ipirel semuanya tajir2..minta solusinya donk?

     
    • Eternity Stories

      Juni 10, 2015 at 10:59 am

      Pertama, coba kamu cek, disana ada beasiswa atau tidak? Kayak Bidikmisi seperti itu. Kedua, disana ada kakak tingkat/alumni/atau saudara tidak? Kalau misal akses komunikasi sulit dan beasiswa sulit, mungkin dicari alternatif kampus lain. tapi kalau ada beasiswa, coba usahain dulu beasiswanya. Soalnya sayang kan udah keterima, mending di usahain bantuan dana dulu.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: