RSS

Thanks For The Memories…

08 Apr

aku-dan-sebuah-cerita

Acara AMT yang tadi pagi dilaksanakan di sekolah, entah kenapa –yang awalnya terlihat hepi, bosan, dan garing, di penghujung acara berubah menjadi hujan air mata. Tangis terdengar dimana-mana, wajah dan mata memerah, satu anak dengan anak yang lain berpelukan sembari mengucap maaf.

cry
Suasana haru memenuhi aula…

Aku hanya terdiam di antara suasana haru tersebut. Bukan, bukan karena aku tidak memiliki ‘cukup perasaan’ untuk ikut berkabung di sana. Tetapi memang itulah aku. Ketika aku merasa tingkat emosiku sudah berada di puncak, aku hanya bisa diam.

Ketika melihat yang lain menangis, sejujurnya aku ingin ikut menangis –tetapi aku tidak bisa. Aku tahu hatiku sedih, aku tahu hatiku juga meneriakkan kata “kenapa kami berpisah secepat ini?”, tetapi hati dan saraf motorikku tidak sejalan. Jadinya, aku hanya bisa tersenyum, dan berkeliling meminta maaf. Tak ada air mata yang jatuh. Tak terlihat ekspresi sedih. Tapi percayalah, apa yang kurasakan jauh berbeda dengan apa yang terlihat.

Semua seperti diputar ulang didalam kepala.

Foto ini masih sangat ku ingat :156543_612417532121299_312109365_n
Bersama-sama, kita melangkahkan kaki memasuki gerbang SMA N 1 Tumijajar.

Setelah itu, kita dirolling di kelas yang berbeda. Berkenalan lagi, mencari teman sebangku lagi. Bertemu dengan guru-guru pertama kita di SMA N 1 Tumijajar. Aku ingat saat pertama kali sebangku dengan Ayu, waktu itu rasanya canggung banget. Mungkin begitu juga dengan anak-anak di kelas lain yang mendapat teman sebangku yang awalnya tida dikenal. Setelah itu, tanpa sadar, kebersamaan mulai terjalin.

x.81
Japan (Remaja Sepuluh Delapan)

Dengan teman-teman di kelas. Mengejarkan tugas massal kalau lupa ada PR. Atau pun kaget karena sampe di depan pintu kelas, mendadak kita teringat kalau di hari itu ada ulangan. Bahkan ada yang menerapkan sistem ‘gotong royong’ saat ulangan. Malas mengerjakan tugas, dihukum maju ke depan karena ngobrol, mengikuti lomba antar kelas, ulangan menghadap ke belakang, PR menumpuk, ulangan 3 pelajaran dalam sehari, karnaval, bolos upacara, hafalan unsur Kimia, tugas piket kelas -keliling ngambilin jurnal, dan kejadian-kejadian lainnya.

Dan waktu seakan tidak mau berkompromi dengan kita. Baru kenal beberapa bulan, kita harus dipisahkan lagi dengan kelas baru dan jurusan. IPA dan IPS. Tetapi itu tidak pernah menjadi penghalang. Jurusan memang berbeda, tetapi kita tetap berada di angkatan yang sama. Kita tetat satu keluarga. Keluarga besar SMA N 1 Tumijajar.

Di kelas XI, mulai tampak warna pada diri kita masing-masing. Yang dulu diam di kelas, tidak menonjol, dan tidak dikenal. Begitu naik ke kelas XI, mulai menunjukkan kemampuan yang sebenarnya. Waktu berjalan, dan manusia pasti berubah.

Yang dulu diremehkan, sekarang dipandang dan disegani. Yang dulu di anggap tidak bisa apa-apa, sekarang dibutuhkan dimana-mana. Yang dulu sendiri, sekarang dikelilingi teman-teman baru. Yang dulu terdiam tak berkutik saat di tanya guru, sekarang mampu mengimprovisasi jawaban (walau kadang masih enggak bener).

Banyak kejadian di kelas XI yang tidak bisa aku lupakan. Saat aku dipercaya Tiara Melati sebagai Sekretarisnya. Walau kadang aku bikin dia emosi karena aku suka nunda-nunda kerjaan, ceroboh, dan sering salah ketik di surat. Juga kepada Abid, partner kerjaku selama di OSIS. Rekor pembuatan proposal tercepat yang pernah ada di Smansa Tuja, aku dan Abid berhasil memecahkannya. Hanya 10 menit.. (lebih beberap detik).. seingetku. Kemudian Syaifulloh –temen sekelas di X.8 dulu. Siapa yang menyangka dia terpilih menjadi 3 besar calon ketua OSIS? Dari yang dulu tidak dikenal siapa-siapa, sekarang siapa anak di SMAN 1 Tumijajar yang enggak kenal dia. Jasa terbesar Syaiful, buat aku secara pribadi, dia calon psikiater yang bagus (menurutku). Mungkin kalau gak ada Syaiful dan Abid waktu ‘itu’, aku gak tahu akan jadi seperti apa di situasi seperti itu. Terima kasih sudah menjadi ketuplak yang sabar waktu aku salah menulis surat undangan lomba G-Sport.

Photo2072
Abid dan pocong buatan… wkwk..

Div@nsa, Tiara, Putri, Arum, Vikri, Rani. Waktu kelas XI, jujur kalian menyebalkan. Tapi aku tau maksud kalian baik. Cuman mungkin, beberapa cara yang kalian gunakan agak salah, makanya aku salah paham menanggapi niat baik kalian. Putri, kamu yang paling sering nyindir aku kalo aku udah kelewat bates, Tiara yang paling cerewet, paling sering nyela kebiasaan burukku kalo lagi bertamu (kayak suka nyisain makanan dipiring, nyomot kue tapi enggak mau ngabisin, dan lain-lain), Arum –temen curhatku, walau kadang kita sering ngeyel-ngeyelan, tapi ngobrol bareng kamu di kost’an, bahas Anime, komik, dan film-film memang enggak tergantikan, Vikri –tingkahmu kadang paling ajaib di antara kami, gak heran kalo di buku ku nanti, kamu adalah org yg paling sering aku bahas kebiasannya (hehe.. piece), dan Rani, yang sering aku utangin pulsa. Maaf ya Ran, kalo aku sering ingkar atau lupa janji (aku memang pikun banget) apalagi kejadian kelas X waktu aku lomba LCT TIK *kalo kau masih ingat, hehehe..*, tapi kau memang pemberi solusi yang baik disaat aku tengah galau tingkat olimpiade.

Kemudian Chusna –temen sebangku ku dulu. Makasih udah menghargai gambar-gambar buatanku, terima kasih sudah menganggap aku ada. Walau aku sering minder karena enggak sepinter kamu, dan selalu diam saat pelajaran hitung-hitungan, tapi aku enggak nyesel udah duduk sebangku sama kamu. Maaf ya Chus, kalau aku pernah salah sama kamu. Kalau seandainya waktu itu kita sebangku lagi di tahun kelas XII, mungkin kamu akan banyak denger cerita dari aku. (Jatah curhatnya gantian, hehe..)

Temen-temen di kelas XI IPA 1 dulu. Nurul, Ribka, Erita, Agung, Hosea, Rodo, Shelta, Hani, Itsna, Dita, Elsi, Elviyan, Nindy KD, Irfan, Dartia, Agnes, Susi, Vini, Alfian, Abid dan lain-lain. Mungkin aku hanya satu tahun bersama kalian. Mungkin keberadaanku tidak seberapa berarti di Sepatu Butut (nama XI IPA 1 dulu). Tetapi kenangan bersama kalian itu tidak akan ada duanya. Saat praktek Tata Boga bareng Dita dkk, aku inget keanehan Rodo make helm pas masak. Praktek Drama Bahasa Indonesia –ngeliat Tiara ngomong pake Bahasa Batak, praktek Bahasa Inggris (karena kekuarang jumlah laki-laki), Agung dan Rodo sering berperan jadi perempuan. Dan kejadian-kejadian aneh lainnya.

Photo1903
Drama Bahasa Indonesia… 😛

Photo2266
Ini.. pose-pose aneh ini.. pelajaran Bahasa Inggris ye? Wkwk..

Photo2204
Ultah Miss. Wira…

Tentu tidak semua kenangan di kelas XI menyenangkan. Ada kalanya di saat aku benar-benar terjatuh. Ada kalanya dimana aku menanggung beban kekalahan seorang diri. Ada kalanya disaat yang lain tertawa bahagia, aku menjadi satu-satunya yang berteriak menahan sakit seorang diri. Ada kalanya aku dijauhi teman-temanku, dimusuhi, bahkan di acuhkan oleh siapa pun.

Tetapi saat itu, aku dipertemukan dengan seseorang. Seseorang yang membangkitkanku dari situasi itu. Walau hanya melihatnya beberapa kali, tetapi aku bersyukur bertemu dengannya, walau hanya saat-saat terakhir di kelas XI. Karena dialah, aku tidak terpuruk selamanya di masa-masa suram itu.

Dan kepada mereka semua yang sudah memberikan warna di masa-masa kelas XI-ku. Terima kasih. Aku bisa merasakan begitu banyak warna. Hitam kelam, putih, merah, oranye, hijau, biru, kuning, bahkan merah muda –I felt everything… I felt so life..

Kelas XI begitu tidak terasa. Begitu mengerjapkan mata kembali ke kenyataan, aku sudah berada di kursi bis yang membawa teman-teman seangkatanku ke pulau Jawa. Study Tour. Terima kasih buat Itsna, yang sudah mau sebangku denganku. Kita melalui perjalanan yang menyenangkan, ya. Hehehe.. Dan teman sekamarku di hotel, Itsna, Nurul, Nindya KD. Kamar yang sangat berantakan dan berseni.. I like that.. Semoga ada yang lebih berantakan. hehehe… Dan ringtone lagu India Itsna yang selalu membangunkanku lebih awal. Atau pun niat Nurul dan aku buat memesan makanan di hotel yang selalu batal (gara-gara lewat jam pemenasan). Vikri yang menyisakan salada di piring, foto baru bule di Candi Prambanan, Borobudur, dan Keraton, hampir mati di wahana Alap-Alap bersama Tiara Melati, menikmati pemandangan Ancol dari atas Bianglala, merasakan sensasi tegang saat naik Kora-Kora, galau bersama Tiara Melati di kapal sembari mengamati pecahan beling. Semua kenangan Study Tour itu, aku gak akan pernah lupa! Aku gak akan pernah lupa rasa semangat yang meluap ketika kita berangkat meninggalkan lapangan SMA N 1 Tumijajar, mabok darat pas di lintasan maut menuju Yogya, berkeliaran di Malioboro, kesasar di Borobudur, lelah ketika pulang menuju Lampung. Everything… thanks for the memories.

Kemudian, aku naik ke kelas XII. Saatnya menyerahkan tongkat estafet ke generasi selanjutnya. Melepas jabatan di organisasi dan mempercayakan perjuangan kami kepada adik-adik kelas. Najib, Cipto, Ardiansyah, Shinta, Hayum, Riestya, Ana Zur, Suci, Rian, Puri, Fikri, Mufid, dan pengurus mau pun mereka yang berkecimpungan di organisasi. Selamat berjuang, kami titip SMA N 1 Tumijajar kepada kalian.

Photo2390
Basecamp kakak kelas : dibawah pohon depan kantor.. wkwk..

Photo2385
Saat mereka di LDK…

Photo2608
Persiapan HUT Smansa…

Photo2602
Saat pelaksanaan HUT Smansa…

Aku sendiri di tempatkan di kelas XII IPA 3. Bertemu lagi dengan Adi, Endha, Eli, dan Indri (temen-temen seperjuangan di XI IPA 1 dulu). Lalu sebangku dengan Fitriana Nur Azizah –yang sering ngajak aku ngobrol pas pelajaran Pak Wayan (maaf kalo aku kadang nyuekin pas pelajaran *aku takut beuuuddd kalo ditanya mendadak =_=), kamu juga sering bantu aku kalo pelajaran Kimia, Fisika, dan Matematika, makasih.. makasih banget.. maaf kalo aku enggak bisa jadi temen sebangku yang baik selama kelas XII ini.

Lalu ada Meutia dan Nafi. Kadang ledekan atau guyonan kalian itu malah sering menyadarkanku ke kenyataan (kalo aku lagi melambung terlalu jauh). Bareng sama kalian itu selalu rame, selalu aja ada bahan yang di omongin (walau kadang aku gak nyambung atau terlalu lelet untuk mencerna topik pembicaraan). Sering berantem sama Meutia, debatin hal-hal sepele kayak “hidung siapa yang paling mancung”, dan perdebatan-perdebatan gaje lainnya. Sering ngeliat Nafi galau gara-gara baca novel. Bahkan terakhir kemaren aku ngeliat dia nangis baca novelku. (Sungguh penghayatan yang luar biasa). Aku aja harus kelilipan bubuk cabe mie baru bisa nangis-nangis. Makasih karena kalian selalu mendukung aku untuk *uhuk!*kurus…*uhuk!* Aku juga sering curhat ke kalian berdua kalau udah enggak bisa nanggung beban kegalauan (iya, akhir-akhir ini aku rentan galau). =_=:D Terima kasih sudah mendengarkan kan ku selama ini. Maaf kalau aku tidak bisa menjadi teman yang baik, maaf kalau aku sering menyakiti kalian dengan kata-kata atau perbuatanku. I never mean to hurt all of you.. really.. I just try to be honest.. or maybe just kidding..

Kemudian, Isti Qomah Artha selalu rame, kadang aku ngerasa sepi kalau enggak ada dia di kelas (beneran lho), enggak ada yang teriak-teriak dan mengomandani anak-anak imbisil itu soalnya (hehe.. justkid). Makasih juga atas bantuannya waktu Ujian Praktek. Hehe…

Kemudian ada Reni Septia, Iin, dan Nugroho. Reni, tingkahmu yang ajaib itu bener-bener enggak akan kulupain. Apalagi kalau menyangkut pertanyaan-pertanyaan yang kau lontarkan itu… -_- Nugroho, sebagai sesama alien –terima kasih atas informasi dan bisnis-bisnis gelap yang sudah kita lakukan. Iin, apalah arti nilai matematika ku tanpa mu.. hehe.. makasih atas kerja samanya selama US dan TO. (Sayang, kita gak bisa kerja sama lagi di UN).  Semangat Persija!

Lalu ada Erintina. Kamu paling rajin nginget kalo hari Selasa. Kamu paling sering ngejekin aku sama dia. Kamu ini bener-bener fans aku sama dia ya? Hehehe… (But sorry, I must tell bad ending for you, perhaps…). Vina, kalo gak salah kamu duduk di belakangku kan pas Study Tour? Yang sering aku pinjem headset nya itu kamu bukan, ya? (Rada lupa, hehe..) Kamu juga, 11-12 sama Erintina. Fans berat kedua setelah Erintina.. hehe..

Terstia Aphrodite, Hidayatus Sholeha.. korban bulan-bulanan Dega dan Adi. Odot, walau kamu itu nyebelin, tapi karena sifat kamu itu seenggaknya ada warna tersendiri di XII IPA 3. Coba enggak ada kamu, siapa coba yg jadi korbannya Dega dan Adi. Terus, Leha.. sanggulnya makin tinggi aja.. hehe.. (Peace..) kayaknya aku belom ketemu kamu sama Odit ya tadi. Ya sudahlah, lewat sini aja ya minta maafnya.. maaf kalo aku banyak bikin kalian tersinggung… semoga kita sama-sama sukses di UN. 😀

Adi Setiawan. Sering banget rebutan contekan sama dia. =_= temen sekelas dari SMP juga, sih. Wkwkwkwk.. Dan temen-temen di XII IPA 3 laennya, Eli (si penari), Erika (si suara ctaar membahana), Ulvia, Catur (yang sering aku utangin, semoga udah pada lunas ya utangnya.. J), Endha, Indri, Dega, Dewi, Eka Des, Reni Alvi, Livana, Ida (ya ampun, kamu, aku, Meutia kok bisa sekelas sih?? Takdir macam apa ini?? Wkwkwk..), Rizal, Nofri, Asep, Roni, Girang (semoga sukses ya, Pak Camat), Maria, Taufik, Trisna… terima kasih IPA 3! Hontou ni.. arigatou!

Enggak pernah terbayang akan bertemu dengan oang-orang seperti kalian. Sudah lama rasanya aku enggak mengenal anggota di kelasku sedalam ini. Walau aku mendeskripsikan singkat disini, aku tahu seperti apa karakter kalian masing-masing. Makanya aku berani bilang, kelas kita ini unik, kelas kita beda. Makanya, kita sekelas harus kompak, kita masuk bareng-bareng, kita juga harus keluar bareng-bareng!

Photo2783
Chemistry practice…

Photo2782
Suasana di kelas…

Photo3074
Bikin bunga di rumah Nafi..

Photo3072
Nyolong minta jambu… wkwkk..

Photo2600
Tumpeng XII IPA 3…

lala1
Foto buku tahunan..

Untitled-1
Piknik di karetan..

Camera 360
Bentuk luar kelas XII IPA 3…

Camera 360
The last is.. toss…

Aku enggak pernah perduli kalian menganggapku sebagai teman macam apa. Entah itu teman palsu, teman bayangan, teman enggak sejati, teman biasa, atau pun apa. Bagiku, kalian semua adalah temanku. Teman adalah teman. Enggak ada yang namanya mantan teman, atau pun bekas teman. Enggak ada yang bisa gantiin kalian. Bahkan jika dihadapanku muncul orang dengan nama yang sama, atau wujud fisik yang mirip, tidak ada satu pun orang yang sama di dunia ini.

Maaf, kalau selama 3 tahun ini aku pernah menyinggung atau menyakiti kalian. Sebagai manusia yang tidak sempurna, aku pasti pernah melakukan kesalahan. Maka dari itu, aku mohon maaf.. atas segala tindak tandukku. Terima kasih buat kalian semua, tanpa kalian, aku enggak akan disini. Tanpa kalian, aku tidak akan menjadi seperti ini. Tanpa kalian, aku tidak akan melihat warna-warni hidup yang beragam ini.

Terima kasih atas kesempatan yang singkat ini. 148 jam lagi, kita akan menghadapi Ujian Nasional, maka dari itu.. mari kita bersama-sama, saling mendoakan satu sama lain, agar kita bisa bersama-sama meneriakkan “LULUS” disaat hari perpisahan nanti.

“Bersama kita melangkah memasuki gerbang itu, maka di akhir nanti, kita harus keluar bersama-sama juga! Utuh! Tak ada satu pun yang tertinggal!”

all-1
Foto eksklusif : OSIS Mb. 2011-2013

By : Rin_Lawliet a.k.a Nindya Maharani

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 8, 2013 in Kelas XII, Sekolah

 

2 responses to “Thanks For The Memories…

  1. nurul hidayah

    Desember 3, 2013 at 2:43 pm

    yang sweet memories sama aku mana nih,,, hihi :p

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: