RSS

Komik Matematika

23 Apr

HD Wallpaper Collection 145

Oke, hari ini gue mau posting tentang pengalaman gue di lomba komik matematika. No..no! Jangan mengeluh menyebalkan dulu! Komik matematika itu enggak membosankan kayak yang kalian kira! Sebaliknya, komik matematika lebih eye catching menurut gue. Apalagi kalo ceritanya ‘unik’. Beneran deh.

Gue udah 3 tahun ikut lomba komik matematika, dan setiap tahun, pasti ada cerita yang alurnya menarik dan fantastis Yang kadang bikin gue sampe geleng-geleng kepala dan membatin, “Kenapa enggak kepikiran ide kayak gini?!

Well, pada dasarnya komik matematika itu menyuguhkan cerita layaknya di komik-komik, bedanya, kita memasukkan materi matematika di dalam pemecahan masalahnya. Mungkin saat ini sudah banyak bertebaran komik-komik matematika di toko buku, dan itu bisa menjadi bahan refrensi yang bagus.

Gue pertama kali join di bidang ini saat kelas X. Waktu itu, gue belom tau apa-apa soal komik matematika, bahkan baru pertama kali denger namanya. Berbekal imajinasi nyeleneh, gue mencoba buat komik yang pertama. Membahas tentang materi sin cos tan. Gue lupa aja judulnya, dan komiknya juga ilang. Huhuhu… jadi enggak bisa diposting kovernya.

Jadi itu ceritanya tentang tiga orang cewek yang bisa berubah menjadi pahlawan pembasmi kejahatan. Tapi kata Bu Dev, ceritanya enggak logis dan enggak ada penjelasan mengenai itung-itungan yang gue selipin disana. Apalagi materi sin cos tan itu enggak gue pahamin bener, jadi daripada beresiko, mending gue cari materi lain.

Memang bener sih. Wkwkwkwk…

Dan gue pun berusaha merombak ceritanya menjadi lebih realistis. Dan lahirlah Justice Math.

jm

Komik ini idenya jauh lebih sederhana. Menceritakan tentang seorang anak laki-laki, bernama William. Dia ingin membuktikan manfaat matematika di kehidupan sehari-hari kepada dunia. Materi yang gue ambil adalah liniar dua variabel.

Inilah adalah foto-foto ketika proses penyiapan berkas buat Gempita Himasakta 2011. Bukan cuman berkas komik aja, tapi berkas LKTI Bio, OSAKA, dan persyaratan lomba-lomba laen juga di rapikan.

gambar 3
Nyusun foto dan formulir pendaptaran

gambar 2
Menjarah ruang TU.. wkwk..

gambar 1
Berkas-berkas dan kaset berisi file disusun sesuai kriteria masing-masing.

Berminggu-minggu berlalu. Berkas gue masuk 10 besar dan presentasi menanti. Waktu itu gue masih polos banget. Masuk ruang lomba celingak-celinguk, presentasi seadanya. Enggak ada komen dari juri. Beneran, enggak ada. Gue cuman disuruh gambar dan ditanyain latar belakang komiknya doang.

Dua minggu kemudian, saat pengumuman pemenang…. Justice Math menjadi komik matematika pertama yang membawa tropi bergilir Gempita Himasakta 2011.

 ******************************************

Berlanjut di kelas XI. Gue ikut komik matematika lagi. Namun beda dari sebelumnya, gue sudah merasakan keanehan sejak pertama kali didaftarkan di lomba itu. Gue merasa, no one stand behind me. Well,, if you understand what I mean… gue ngerasa enggak ada seorang pun yang ngedukung gue. Atau seenggaknya ngasih semangat. Bahkan dari dalam tim gue sendiri.

Itulah yang sebenernya biking gue merasa drop and down. Gue kalo udah bernegatif thinking, biasanya udah males terlibat apa pun. Akibatnya, gue kesulitan mendapat ide. Rasanya enggak ada pencerahan waktu itu. Jadilah, gue menggunakan format yang sama seperti tahun kemaren. Hanya tokohnya saja yang diganti.

Judul komik matematika gue yang kedua : Math Battle.

mb

Menceritakan tentang Vina dan Alvin. Kakak adik yang enggak pernah akur. Alvin selalu berada di atas Vina –pintar dalam segala hal. Vina yang tidak suka berada di urutan kedua, selalu berusaha lebih unggul dari kakaknya. Sampai suatu hari Vina mendatangi kakaknya sendiri untuk mengadu kemampuan matematika.

Kelam dan suram memang. Awalnya gue berusaha positive thinking saat melihat urutan berkas gue di 10 besar. Gue urutan 10. Padahal waktu make Justice Math, urutan berkas gue nomor 1. Ini agak bikin shock sebenernya.

Sementara itu, komik tim adek kelas gue belom berhasil masuk 10 besar.

ps

Gue merasa bersalah karena enggak membimbing mereka dengan benar. Dan yang lebih bikin gue geleng-geleng kepala, waktu melihat komik peserta lain. Gue bener-bener merasa kecil saat itu.

Ada komik dari SMA Tri Sukses Natar, judulnya Searching Magic Cane. Bercerita tentang sekolah penyihir. Tokoh dari komik itu diberi tugas mencari tokat sihir. Dan ia pun akhirnya berpetualangan. Melewati rintangan demi rintangan yang enggak pernah terpikirkan sebelomnya dalam benak gue. Materi yang mereka gunakan adalah Aritmatika. Bener-bener komik yang cerdas.

Kemudian ada lagi dari SMAN 1 Kalianda, judulnya Find Out The Treasure. Bersetting di Kerajaan Lampung, ada seorang pangeran yang malas belajar. Suatu hari ayahnya memberi ia peta harta karun. Dia pun berpetualangan mencari harta karun bersama teman-temannya. Dan di ending, bener-bener paling keren menurut gue. Ternyata peta itu bisa dilipet dan lipetan petanya membentuk aksara Lampung. Yang kalo dibaca, aksara Lampung itu menunjukkan materi yang selama ini dipakai oleh pangeran untuk melewati rintangan di hutan. Beh.. keren.

Komik yang selanjutnya berasal dari SMAN 2 Bandar Lampung berjudul 3D Mat(c)h. Ini bisa dikatakan SAW versi matematika. Hehe… bercerita tentang dua geng yang adu nyali memasuki sebuah gedung tua. Tanpa disengaja, mereka masuk ke sebuah ruang perangkap. Tiba-tiba saja atap ruangan itu bergerak ke bawah. Kalau mereka tidak segera keluar dari ruangan itu dalam waktu tertentu, bisa-bisa mereka mati tergencet oleh atap ruangan. Nah lho.. gimana coba cara keluarnya… Wkwkwk..

Kemudian komik dari SMAN 2 Bandar Lampung yang lain berjudul Mathrangled. Ini ceritanya dia bertemu dengan para penemu-penemu matematika. Archimedes dan kawan-kawanlah. Disana dia di ajarin dengan para sesepuh itu.

 Untitled-2
Presentasi dari SMAN 2 Bandar Lampung

Dan enggak semua cerita tegang melulu. Ada juga yang bertema ‘cintaaa’. Judulnya “Mathematic is My Love Key”. Komik itu menceritakan tentang seorang cewek yang naksir dengan temen sekelasnya. Suatu hari, diadakan ulangan di kelas mereka. Dan si cewek itu pengen tau nilai cowok yang ditaksirnya. Maka, menggunakan rata-rata nilai di kelas, jumlah anak, dan materi Statistika, dia berhasil mendapatkan nilai si cowok tersebut.

Dan masih banyak lagi ide yang bikin gue sampe speechless. Oh My, sementara itu tempat gue… malah sebaliknya. Gue sekarang ngerti, kenapa waktu itu berkas gue berada di urutan ke 10. Dan kenapa presentasi gue paling banyak dapet kritikan dari juri.

Pertama, bahasa yang gue pake kurang sopan di komik. Enggak baik dibaca anak-anak. Penggunaan seragam dan karakter gambar yang terlalu mangaish. Materi yang simpel, angka dan penghitungan yang terlalu mudah. Tokoh dan materi tidak sesuai, materi yang dipake kelas 6 SD tapi tokohnya SMA. Ide pun sangat sederhana.

Saat itu mata gue bener-bener terbuka. Gue melihat wajah para peserta disana. Wajah mereka serius. Wajah-wajah yang menginginkan kemenangan. Usaha serta kesungguhan mereka terlihat jelas dari pancaran di wajah dan mata. Sementara gue. Enggak serius, meremehkan, dan nyantai. Jelas ini hukuman buat gue.

Hukuman bagi orang-orang yang meremehkan dan… sombong.

Begitu hasil perlombaan di umumkan. Sesuai dugaan gue. Gue kalah. Tropi bergilir itu diserahkan ke SMA Tri Sukses Natar –sebagai juara 1 Lomba Komik Matematika Gempita Himasakta 2012.

 *************************************************

Mengingat kekalahan itulah, gue mencoba bangkit kembali di Gempita Himasakta 2013. Sekarang, hilang sudah kesan main-main dan enggak serius. Apa pun yang terjadi, di tahun terakhir gue, gue harus bawa pulang piala itu lagi.

Berkali-kali ide cerita gue ditolak bu Dev karena kurang logis. Dan akhirnya fix disebuah cerita. Tetapi kemudian tersendat dengan hitung-hitungannya. Gue, Mufid, dan Luthfi (dua orang ini anggota baru di tim gue) bolak-balik ngerangkai hitungan dan kombinasi supaya logis. Alur cerita yang di remake beberapa kali karena berbentur dengan batasan halaman.

Sampe proses pembuatan yang –entah kenapa, terasa begitu berat. Yang biasanya, satu malem udah jadi komiknya. Tetapi kali ini, gue membutuhkan waktu tiga hari tiga malem. Di hari pertama, komik gagal karena kata temen-temen gue, gambarnya kurang rapi dan.. jelek. Akhirnya gue ganti semua isi komik itu. Rela begadang semalam suntuk, komik akhirnya selesai juga. Walau bekas sketsanya belom dihapus dan belom diwarnain. Tapi Bu Dev sudah pergi ke Bandar Lampung. Akhirnya gue nyusul kesana.

Disana, bu Dev memundurkan waktu pengumpulan berkas gue satu hari lagi. Jadi gue nginep disana, ngewarnain komik gue. Malemnya, tugas gue kelar 100%.

Dan jadilah komik matematika ketiga gue, berjudul Math Castle.

 mc

Versi yang udah gue warnain di Photoshop CS3.

cover

Bercerita tentang seorang pangeran bernama Gaishan yang memimpin kerajaan sejak kecil. Karena jenuh dengan pekerjaannya, ia menjadi bosan dan akhirnya malas-malasan. Ayahnya, sang Raja menghilang 10 tahun yang lalu ketika berusaha mencari obat untuk ibunya. Sementara ibunya, sampai sekarang menderita sakit parah.

Pangeran diceritakan oleh sang tabib, bahwa obat untuk menyembuhkan ibunya hanya bisa ditemukan di dalam kastil misterius yang muncul 10 tahun sekali di pesisir kerajaan mereka. Karena ingin ibunya sembuh, pangeran Gaishan memutuskan untuk pergi ke kastil. Ditemani oleh cucu sang tabib, pangeran Gaishan berpetualangan mencari obat tersebut.

Materi yang gue pake adalah Statistika.

Dan komik ini menunjukkan sisi lain dari soal-soal statistika. Bahwa statistika tidak selalu berhubungan dengan grafik dan diagram. Tapi juga bisa dibuat model cerita fantasi kayak gini.

Dan ketika hari presentasi tiba, jantung gue udah deg-deg’an enggak karuan. Keringet dingin, rasanya pengen minum terus, sampe panitia hafal sama muka gue karena sering ijin keluar ruangan –mau ke toilet.

Di Gempita Himasakta 2013, bentuk komiknya lebih variatif lagi. Ada yang tokohnya make tumbuhan. Ceritanya mereka merayakan hari negasi. Dimana dalam satu hari itu semua orang sayuran berbicara yang berkebalikan dengan apa yang mereka pikirkan. Semacam hari Kebalikan kayak di Spongebob Squarepants. Ada juga yang bikin komik fanfict.

Ceritanya pun enggak kalah menarik. Ada yang bikin mesin waktu, berpetualangan di pulau, di piramida, dan lain-lain. Dan di tahun ini, jurinya cuman dua orang. 1 juri yang udah gue kenal banget (tiga kali ikut LKM ketemu terus), dan yang satunya juri baru. Juri yang baru ini, pertanyaannya.. bener-bener unpredictable.

Tapi untunglah. Presentasi berhasil dilakukan dengan baik. Walau gue sempet lemes gara-gara ada pertanyaan, “perbedaan deret dan barisan apa?” Materi itu pernah dijelasi sama Bu Dev di kelas, dan memang materi itu buat kelas XII. Gue sebagai kelas XII, malah enggak bisa jawab karena lupa. How ironic I’m… -______-

Well, skip seminggu kemudian. Gue duduk di depan laptop. Menunggu hasil pengumuman lomba. Harap-harap cemas menantikan hasil. Berandai-andai bisa melihat masa depan supaya gue berhenti galau. Dan…. masuklah sebuah pesan di hp. Dari bu Dev.

Komik matematika juara 1

(Gak usah dibayangin ekspresi gue kayak apa.)

 ************************************************************

Oke, mungkin itu segelintir cerita mengenai pengalaman lomba komik matematika gue. Enggak terlalu spesial memang. Apalagi mengharukan, mendebarkan, inspiratif, atau apalah.. terserah kalian menganggapnya apa. Gue cuman pengen berbagi pengalaman aja.. hehe..

Btw, Itu manusiawi..

Oh iya, kadang ada beberapa adek kelas yang nanya-nanya soal komik matematika. Beberapa enggap sempet gue jawab karena gue enggak ada pulsa saat itu, tapi gue coba jawab aja disini ya. Beberapa ada yang masih inget sih.

Q : Syarat anggota tim komik apa aja kak?
Me : Harus ada yang bisa gambar dan pinter ngitung.

Q : Gambar itu mempengaruhi penilian ya kak?
Me : Namanya juga komik dek.. -___-

Q : Gambarnya harus bagus kayak di komik-komik Jepang gitu ya kak?
Me : Enggak mesti kok. Gambar sesuati style kamu aja.

Q : Penilaian juri kayak mana sih kak?
Me : Mereka suka gambar yang mencirikan Indonesia. Enggak mangaish, apalagi pake rok mini dan seragam pelaut. Mereka suka yang ide ceritanya segar, bisa memberikan nilai pendidikan dan moral. Mempermudah materi yang disampaikan, dan bahasa di komik harus santun. Kalau bisa kriteria pembaca komik adalah SU alias segala umur. Bukan BO apalagi D.

Q : Kak, aku bisa gambar binatang tapi gak bisa gambar manusia, terus gimana?
Me : Bikin tokohnya hewan aja.. biar unyu gitu.. wkwk..

Q : Syarat komik yang dilombain kayak mana kak?
Me : HVS A4, 10-15 lembar, hitam putih, buatan tangan.

Q : Kak, waktu prsentasi yang ditanyain apa aja?
Me : Isi komik. Meliputi materi, cerita dan gambar. Kalo materi biasanya disuruh ngebuktiin rumus, dikasih soal (terus ngerjain di papan tulis), pemahaman terhadap materi, alasan kenapa make materi itu, dan berhubungan dengan definisi. Kalo cerita, biasanya menyangkut kelogisan. Kalo gambar,menyangkut porposional, kerapihan, pannel, tulisan, tata bahasa, alur, ide cerita, ekspresi, dan biasanya disuruh ngegambar ulang di papan tulis.

Q : Satu tim berapa orang kak?
Me : Min 2 orang. Maks 4 orang.

Q : Mbak bikin komiknya pake alat apa aja?
Me : Pensil, spidol, pena cair, penggaris, penghapus, HVS.

Q : Harus pinter mtk ya?
Me : Ya minimal ada 1 orang di dalam tim yang ngerti seluk beluk tentang mtk. Dan itu wajib.

Q : Kak, isi komik matematika apa aja?
Me : Kover, sinopsis, perkenalan tokoh, isi cerita, data penulisnya.

Oke, segitu aja pertanyaan yang gue inget. Sisanya gue udah lupa. Hehehe.. Mungkin itu saja tentang postingan hari ini. Have a nice weekend and.. bye.. bye.. 😀

 

 

 

 

Iklan
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada April 23, 2013 in Kelas XII, Lomba, Sekolah

 

8 responses to “Komik Matematika

  1. nurul hidayah

    Desember 3, 2013 at 2:21 pm

    kereeeennnnn…. lanjutkan 🙂

     
  2. Yogi Nugrahi Hasnan

    November 10, 2014 at 8:34 am

    kak saya boleh mintak filenya gak? soalnya untuk contoh media skripsi saya biar tau gmna cara buat komik matematika itu… mohon bantuannya ya kk ni email saya twin_buster07@yahoo.com

     
    • Eternity Stories

      November 19, 2014 at 10:30 am

      Boleh saja.. tapi saya tidak bisa memberi komik yang diikut lombakan karena itu sudah menjadi hak milik universitas yang mengadakan lomba. Saya ada file yang tidak diikutkan lomba, tapi file itu ada di hardisk yang saya tinggal di rumah, tidak saya bawa.

       
  3. Aprianus Paskalis

    Juni 4, 2016 at 3:55 pm

    kak,saya juga buat skripsi tetang komik matematika tp saya bingung harus mulai dari mana,gambarnya gimana…kalo boleh saya minta filenya…mohon bantuannya yah kak. kalo boleh kakak kirimin ke email saya yah kak aprianuspaskalispriska@gmail.com

     
    • Rin Lawliet

      Juni 6, 2016 at 3:57 am

      Bisa dimulai dari menentukan materinya dulu..lalu buat alur ceritanya..
      Maaf, untuk softcopy filenya saya sudah tidak menyimpan. Adanya hardcopy dan semua di perpustakaan FMIPA UNILA

       
  4. farisNaufal

    Januari 12, 2017 at 10:12 pm

    Kak, mau tanya. Kakak dulu alumni sma mana?

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: