RSS

Galau Jurusan : IPA^IPS

03 Jun

Untitled-2

Bukan sesuatu yang langka kalau masa-masa labil di SMA –lebih spesifiknya kelas X adalah masa-masa yang membingungkan ketika ditanya, “mau masuk jurusan IPA atau IPS?” Walau faktanya, beberapa orang enggak kesulitan menyatakan dirinya anak IPA/IPS, karena memang basic/skill dia udah manteb di jurusan itu.

Berbeda dengan orang yang punya kemampuan seimbang di IPA/IPS, punya mimpi di jurusan A tapi orang tua ingin jurusan B, kemampuan di jurusan A tapi ajakan temen-temen pindah ke jurusan B, dan alasan-alasan lainnya. Mereka bakal gegana (gelisah, galau dan merana). =_=

Gue juga kayak gitu waktu kelas X. Orang tua gue menetapkan keputusan, gue harus jadi penerus my father yang bisa dikatakan sebagai “orang kesehatan”. Tapi gue sadar diri, kalo ternyata kemampuan gue IPS banget. Herannya, kenapa tes bakat minat gue adalah IPA?? =_=

Berkat tes bakat minat itu, BK di sekolah gue memutuskan, gue masuk jurusan IPA. (Garuk-garuk dinding sambil mewek).

Gue waktu itu pernah nanya ke orang tua, “Ma, pa, boleh pindah ke IPS gak?” Gue dibales pake pelolotan, dan my mother bilang, “Kakakmu kan udah IPS, kamulah di IPA, jadi penerus papa..”

(Gue langsung showeran di pojok kamar mandi).

Taukah kalian, apa dampaknya, kalo kita salah menempatkan diri di suatu jurusan yang sebenarnya bukan kemampuan kita?

  1. Stress
  2. Andilau (antara dilema dan galau)
  3. Gegana (gelisah galau dan merana)
  4. Labil
  5. Tertekan
  6. Bawaannya pengen bolos
  7. Susah memahami pelajaran
  8. Enggak betah di kelas
  9. Males belajar
  10. Nilai jeblok
  11. Dipenghujung masa SMA (kelas XII), lo bakal sulit nentuin mau kuliah di mana. Bawaan pengen murtad ke IPS. Percaya deh.
  12. Kalo ekstrem… bisa gila.

Keadaan di atas udah pernah gue alamin semua. Stress setiap ketemu pelajaran eksak, andilau karena merasa enggak berada pada tempat yang layak, gegana karena tersiksa di pelajaran eksak, labil –pengen banget pindah ke IPS, tapi enggak dibolehin, bawaannya pengen bolos terus –guru di meja piket nyampe hafal sama muka gue karena paling sering bikin surat izin meninggalkan pelajaran, susah banget memahami pelajaran di kelas –nyantol 5 menit abis itu menguap, enggak pernah betah di kelas –selalu mantengin jam di hp, berharap jam istirahat segera tiba. Males belajar –lagian mau pelajarin apa? Ngerti aja enggak. Nilai ancur-ancuran karena enggak paham materi  + males belajar. Giliran pas kelas XII, nyesel setengah mampus karena dulu enggak nekat pindah jurusan. Mau milih jurusan Kedokteran, nilai gak nyampe. Teknik, enggak kuat. Farmasi, ngeliat senyawa kimia aja nangis darah, gimana mau ngeracik obat? Pendidikan, paham materi aja enggak, gimana mau jelasin ke orang laen? Sementara jurusan yang mendukung (sesuai kemampuan) kayak HI, Bahasa/Sastra, Psikologi, Manajemen, dll harus dari IPS. Nah lho… jadi pengen murtad kan? =_=

So, buat junior-junior yang masih duduk di kelas X… gue saranin ya, pilihlah jurusan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan kalian. Kalau memang kalian golongan orang-orang yang suka berkutat di laboratorium, mencampur senyawa, ngitung, maniak angka, dan tahan dihujani rumus-rumus, silahkan masuk ke IPA. Tapi, kalo kalian lebih suka ngoceh daripada diem ngutak-atik rumus, berdiplomasi, menghafal, ngitung duit, bisnis, dan berbahasa, lebih baik masuk IPS.

Kalo masih galau, coba curhat ke guru BK. Bilang, kalian minat di bidang ini, bidang itu, nilai kalian yang paling gede apa, unggul di pelajaran apa… Insya Allah saran dari BK itu bener kok. Dan kalau memang kalian enggak sreg dengan jurusan yang BK pilihkan, cobalah berargumen sampai didapatkan suatu mufakat yang jelas.

Hal-hal yang harus kalian lakukan ketika memilih jurusan IPA/IPS :

  1. Intropeksi diri. Cari kemampuan, minat, dan bakat kalian. Jangan sampe kalian alergi angka, tapi malah masuk IPA. (Ini bunuh diri pelan-pelan namanya.)
  2. Curhat ke guru BK. Minta saran dan pendapat mereka.
  3. Mengikuti tes bakat minat. Isi dengan jujur.
  4. Sesuaikan dengan cita-cita kalian.
  5. Kalo kalian udah manteb di suatu jurusan, tapi tiba-tiba ada temen yang ngajak pindah ke jurusan laen, jangan mau! Yakinlah dengan kemampuan dan keputusan kalian!
  6. Kalo kalian udah manteb di cita-cita, bakat, minat serta kemampuan, dan yakin dengan jurusan yang akan kalian pilih, lalu tiba-tiba orangtua datang dan minta pindah jurusan… tenang.. jangan panik.. jangan keburu nurut karena takut dikutuk jadi batu. Mending kalian ajak ngobrol dulu, diskusi, tukar pendapat, utarakan pilihan dan alasan kalian. Insya Allah bisa saling mengerti.
  7. Buat visi misi hidup yang jelas. (Contoh = nilai kimia kelas X semester genap 95 > jurusan IPA > UGM Kedokteran > Spesialis Mata > kerja di Rumah Sakit terkenal).
  8. Berdoa.

Inget, apa pun jurusan yang kalian pilih, itu menentukan tingkat kebahagian dan penderitaan kalian di SMA. Kalo jurusan kalian tepat, belajar jadi enjoy, tugas dan ulangan terasa ringan, kehidupan SMA kalian menyenangkan. Sebaliknya, kalo jurusan enggak sesuai, belajar ogah-ogahan, ulangan remedial terus, nilai di raport enggak naek-naek, bawaannya pengen bolos, tertekan… hadeh… hari-hari akan terasa bagai neraka. -_-

Oke?! Semangat buat anak-anak kelas X! Perjalanan kalian masih 2 tahun lagi sebelum menerima amplop bertuliskan “LULUS”. Hehe… good luck! ^_^

 

Rin­­_Lawliet

394492_343732578977533_726460707_n
Bonus foto kelas IPA > (XI IPA 1 2011/2012)
#Peace, gue gak punya foto anak IPS. T_T

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 3, 2013 in Sekolah, Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: