RSS

Praktikum Lapang Ekologi Hutan – Cibodas : Part #2

11 Jun

1433945427568
Kelompok 1 #KSHE-SVK-50-Cibodas Praktikum Lapang Ekohut

Plot 1 sudah beres di analisis vegetasi. Gue, Ines, Febi dan Kukuh langsung beranjak dari plot 1 dan menyusul ke plot yang belum di analisis.

Ternyata seperti ini kondisi praktikum lapang. -_-

Kalau biasanya gue ngeluh praktikum di hutan alam belakang Masjid Al-Hurriyyah karena tanahnya becek dan licin, ternyata jalur di sini more worse than I expected. Memang gak licin kayak di hutan belakang Alhur, tapi treknya itu (karena kita dari HM11 –otomatis trek kita menurun ke bawah), kadang harus melompati batang pohon yang sudah mati, menunduk melewati celah batang-batang, memutar balik lewat jalur lain karena ternyata treknya sulit dilalui (terlalu terjal), merayap sambil berpegangan dengan batang-batang pohon karena jalanan becek dan berlumpur. Belum lagi ada tumbuhan-tumbuhan asing yang kalau kesentuh kulit tiba-tiba kulit lo kerasa gatel-gatel bahkan perih membara -_-. Oh ya, satu lagi.. konon katanya banyak pacet. Ehem.

Plot 2, plot 3, plot 4 dan plot 5 sudah ada yang mengisi, maka gue melanjutkan jalan sampai plot 6. Disana sudah ada Ines dan Febi yang sedang membagi petak untuk pengukuran pohon.

1433945459030
Zsa-Zsa (KSHE 50) dan Mia (KSHE 50) lagi pengambilan data.. :3

1433945468714
Dela sedang… sepertinya sedang berusaha jalan kemari… :3

1433945510988
Ngukur diameter pohon

1433945514509
Lagi pengambilan data juga..

Akhirnya gue juga ikut menganalisis vegetasi tumbuhan bawah, semak, semai, pancang, palem, pandan, liana, epifit dan tiang. Plot 6 selesai tanpa terlalu banyak masalah. Setelah itu lanjut ke plot 7. Di plot 7, ternyata sudah ada anggota kelompok dari SVK yang mau analisis, jadi kami langsung pindah ke plot 8.

1433945410624
Kukuh dan diameter pohon..

Btw, di plot 7 ini gue baru tau kalau tumbuhan begonia ternyata bisa dimakan. Walau biasanya tumbuhan yang batangnya berbulu beracun, ternyata pengecualian buat begonia. Makannya dibagian batang yang warna merah, rasanya ternyata enak (beneran enak). >_< Dan di plot 8 gue nemuin yang gede-gede tapi udah pada keinjek-injek (yaah.. gak jadi ngemil deh).

Di plot 8, tidak terlalu banyak jenis yang gue analisis, jadi gue lanjut menyusul teman-teman yang lain di plot 9. Di plot 9 terdapat sungai yang cukup lebar. Airnya jernih dan dingin banget.. >_< Suara aliran air yang mengalir deras berpadu dengan suara katak-katak yang bersahutan. Kita ishoma dulu disana, setelah itu melanjutkan pekerjaan.

Kita menyebrangi sungai dan sampai di plot 10. Horee.. akhirnya plot 10 jugaa ^_^

Masih ada sisa waktu, kita pun lanjut menganalisis sampai plot 11. Sebenernya Aji dan Wahyu sudah membuka jalur sampai plot 12, tapi berhubung sebagian besar kondisi praktikan sudah mulai kelelahan dan tidak fokus, akhirnya kami selesai di plot 11 dan trekking balik.

Waktu lagi perjalanan balik, gue merasa tangan gue perih banget. Kalau disentuh perih, apalagi digaruk. Tapi gak ada luka disana. -_-

Pas sudah sampai di jalur HM11 yang pertama, tambah muka gue yang perih. Ini kenapa coba?? >_<

Case closed. Ternyata gue kena tumbuhan yang bernama Pulus (Laportea stimulans). Tumbuhan ini beracun, kalau kena kulit memang bisa bikin gatel. Tapi yang gue rasain sebenernya bukan gatel –tapi periih! Perih kayak ditusuk-tusuk pake jarum. -_- Racun yang terdapat dalam bulu sengat Pulus ini adalah formic acid dan beberapa jenis asam lainnya. Kandungan yang mirip juga ditemukan pada sengat lebah dan sengat semut.

Dan rasa perihnya makin menjadi-jadi kalo lo basuh pake air.

Kata interpreter kelompok gue, kalau kita kena pulus, cara menghilangkannya pake tumbuhan begonia. Aduh bang, ngasih taunya pas udah keluar hutan. (Gue telat nanya juga).

1433945503689
Usai praktikum..

Setelah istirahat sebentar, kita pun turun dari HM11. Kalo naik gue lambat banget, giliran turun gue cepet banget. Tau-tau gue udah nyalip sampe kelompok lain yang sedang menuruni HM juga.

Horeee~ selesai~

Kita berkumpul lagi di Balai. Gue baru makan siang sesampai disana. Pas lagi makan siang, ada segerombol anak-anak yang riweuh banget di depan gue, ternyata ada yang kena pacet. Ternyata pacetnya beneran adaaa… O.O

Selesai makan, gue ke musola dan bertemu Tria (KSHE 50), Nabila (KSHE 50) dan Faizah (SVK 50). Gue jalan-jalan bentar bareng Tria sekitar balai terus ke kios-kios penjualan. Seusai solat Ashar, kita dibariskan lagi di depan balai, kemudian pengecekan peralatan praktikum dan anggota kelompok. Baru setelah itu kembali ke bis karena kami akan segera kembali ke Dramaga~ ^_^

Di bis, gue duduk bareng Liza lagi dan kita curhatan sepanjang perjalanan (emang ya, cewek.. -_-). Maghrib, kita berhenti sebentar di tempat pembelian oleh-oleh (buat solat maksudnya). Baru setelah itu lanjut lagi non-stop ke kampus IPB.

Pukul 9 malam kurang, kita baru nyampe di kampus. Bis gue yang paling terakhir nyampe dan kita langsung pulang ke kost/rumah masing-masing.

Selesai praktikum lapang di Cibodas, bukan berarti tugas kami sudah usai. Masih ada laporan full hand-made yang harus kita buat, arsitektur hutan di mmblock dan kalkir serta Ujian Praktikum Ekologi Hutan.

1433980089859
Tally sheet

1433980109307
Mm block

1433980098318
Kalkir (btw, itu bukan buatan gue) wkwk..

Alrite~ begitulah kisah gue dan temen-temen gue mengikuti praktikum lapang Ekologi Hutan di Cibodas. ^_^ Seru? Pastinya. Melelahkan? Jelasss. Oke, terimakasih sudah membaca postingan ini, have a nice day and see you~

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 11, 2015 in IPB, Jalan-Jalan, KSHE

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: