RSS

P2EH – Sub Jalur Sawal-Pangandaran #Part 1

16 Nov

1439528027379
Kelompok Sub Jalur Sawal-Pangandaran

Peralihan dari semester empat ke semester lima merupakan masa-masa yang berat buat gue. Selain harus menghadapi perang KRS (untuk ketiga-kalinya), di masa peralihan ini juga mahasiswa Fahutan IPB semester 4-5 akan melaksanakan Praktikum Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH). P2EH bersifat wajib –bisa dikatakan praktikum yang seharusnya dilakukan selama satu tahun –di persingkat menjadi 8 hari.

P2EH dilaksanakan dari tanggal 6 Agustus sampai 14 Agustus. Ada empat lokasi yang digunakan untuk praktikum tahun ini, yaitu Sawal-Pangandaran, Sancang Timur-Papandayan, Cilacap-Batu Raden, dan Sancang Barat-Kamojang Gue kebagian di jalur Sawal-Pangandaran, sub jalur Sawal-Pangandaran, kelompok IB-1. Kalo kata kakak tingkat, sub jalur gue itu sub jalur surga. Kenapa? Kita lihat saja nanti.

Jadi P2EH itu kita praktikum mengenal ekosistem, mulai dari hutan pegunungan atas, hutan pegunungan sedang, hutan pegunungan bawah, hutan dataran rendah, hutan pantai, hutan mangrove dan hutan tanaman. Lokasinya berpindah, jadi empat hari di gunung, empat hari di pantai. Sub jalur gue, dari gunung Sawal, kemudian turun ke Pangandaran. Ibaratnya –bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Dari naik-turun gunung, kemudian main-main di laut.

20150803_103228
Materi pembekalan sebelum praktikum

Apa saja data yang harus di ambil? Well, gak jauh berbeda dengan praktikum di Cibodas kemarin. Jelas ada analisis vegetasi –lengkap dengan pembuatan jalur, petak-petak, tumbuhan bawah, sancang, tiang, pohon. Kemudian ada analisis hidrologi dan tanah (oke, ini baru buat gue). Dan ada pengamatan satwaliar juga. ^_^

Tanggal 6 Agustus pagi, kita berangkat. Kita kumpul di lapangan RSS, setelah bis datang, semua barang dimasukkan ke dalam bagasi dan.. gue nyari tempat duduk. Perjalanan cukup jauh. Destinasi awal adalah gunung Sawal yang terletak di Ciamis.

20150806_091744
View dari jendela bus

Sore hari, kita baru sampai di penginapan kita. Oke –kita numpang di rumah warga sekitar. Tempat tinggal cewek dan cowok gak terlalu jauh –depan belakang doang. Malamnya, kita berkumpul bersama dengan asprak untuk perkenalan dan briefing kegiatan besok pagi.

Besoknya, gue bangun terlalu pagi (seperti biasa). Karena males antri mandi, gue nekat mandi dimana matahari belum menampakkan sinar mataharinya sama sekali dan plis.. jangan tanya dinginnya kayak apa. -_- Ya.. sebenernya masih dinginan pas gue di Tambora sih. Wkwkwk.. Jam 6 kurang lima belas, kita dikumpulin di lapangan di belakang penginapan cowok, terus kita olahraga. Baru deh.. abis itu sarapan lalu kita berangkat.

Baru jalan dikit ninggalin penginapan, gue udah dihadapkan oleh jalanan menanjak. Kenapa?? Kenapa jalan ke atas gunung harus menanjak??? (Pertanyaan gak penting).

1439528138834
Track menuju lokasi praktikum

Kayaknya belom setengah kilo, tapi gue udah kecapekan banget. Apalagi semakin ke atas, matahari semakin menyengat.Gue gak boleh ngeluh. -_- Capek itu wajar, tapi kalo gue pernah survive di tempat yang lebih parah dari ini dan gue mengeluhkan kondisi yang padahal sudah dipermudah, berarti gue yang keterlaluan. #curcol #eh

20150807_081914
Kondisi perjalanan menuju lokasi praktikum

Finally, berkat semangat dari asprak dan beberapa teman yang udah mau nungguin gue dalam proses menanjak, akhirnya gue sampai di lokasi praktikum kelompok 1B-1. Gue lupa waktu itu di ketinggian berapa, tapi yang jelas, praktikum pertama dilaksanakan di hutan pegunungan sedang.

20150807_081900
View
dari jalur gunung Sawal

Berdasarkan jobdesk yang semalam dibagikan, gue dan Halfi (MNH50), kebagian nyatet suhu, analisis hidrologi, pengamatan satwaliar dan bermain mengambil sampel tanah. Setelah 30 menit berlalu, suhu sudah tercatat dan analisis hidrologi sudah dilakukan, gue dan Halfi mengikuti jalur yang sudah dibuat dan membantu mengambil sampel tanah.

Jadi dari tiap plot, harus ada sampel tanahnya. Berhubung kita membuat tiga plot, berarti ada tiga sampel tanah yang harus diambil. Sambil mengambil sampel tanah, gue juga mencoba mencari satwaliar. Tapi suliiit banget. Selain karena sudah hampir siang, tajuk pohon yang tinggi menyebabkan burung-burung sulit terlihat dan hanya suaranya yang terdengar. Tapi berkat bantuan polhut yang menemani kami, beberapa jenis burung bisa diidentifikasi oleh beliau melalui suaranya.

Setelah analisis vegetasi pada ketiga plot sudah dilakukan, kami pun turun ke daerah yang lebih rendah –bertemu dengan kelompok lain dan makan siang bareng. Selesai makan, agenda langsung dilanjutkan dengan praktikum di hutan tanaman jati. Kami turun sedikit dari tempat peristirahatan tadi, melewati jalan berpasir dan berdebu, dan tibalah di sisi sebalah kanan jalan –dipenuhi oleh tanaman jati dan kopi.

1439655536175
Analisis vegetasi hutan tanaman~

Sama seperti profesi sebelumnya, kerjaan gue cuma ngukur suhu, ngambil sampel tanah dan analisis hidrologi. Awalnya gue sempet pesimis gak dapet satwa apa pun di hutan jenis ini, tapi di akhir praktikum, ternyata Kukuh (KSHE 50), berhasil mendapatkan seekor Katak Pohon Bergaris. Waaaaa…. bayangkan betapa senangnya gue waktu itu.

Tidak lama kemudian, analisis vegetasi selesai dilakukan dan kami pun kembali ke penginapan.

Setelah solat dan makan, dilanjutkan dengan analisis tanah, kemudian makan malam, akhirnya pengolahan data laporan. Gak banyak yang gue lakuin buat pengolahan data –selain manyun di pojokan ruangan karena gabut. Nyalin data –males, ngolah data –gak bisa ngapa-ngapain, terus maunya apa?

Pulang ke Bogor.. hehehe

Keesokan harinya, dilanjutkan dengan praktikum di hutan pegunungan atas. Which means.. kita di ajak naik sampe puncak, dan setelah itu turun dikit buat ke lokasi praktikum masing-masing. Oh my.. naik setengah jalan aja gue udah terseret-seret gitu, apalagi puncak. Enggak! Enggak! Gue harus bisa~ rimbawan gak boleh manja~ nananana~

Pendakian dimulai. Setelah solat, olahraga dan makan –kita pun berangkat menuju puncak gunung Sawal. Sama seperti hari sebelumnya, gue sempet berhenti di tengah jalan karena kecapekan –dan biasanya Kukuh (KSHE 50) yang nungguin gue. Hwaaa.. maaf Kukuh, jadi ngerepotin. >_< Tapi gue tetep sampe puncak kok. Walau paling terakhir. Wkwkwk.. Sebenernya jalan ke puncak itu tidak terlalu sulit, jalannya udah tertata dan berundak-undak, banyak pohon juga sehingga perjalanan ke atas tidak panas, ditambah semakin tinggi permukaan, suhu semakin dingin jadi tidak terlalu gerah. Tapi entah kenapa gue ngerasa capek banget. Mungkin faktor fisik, atau faktor lainnya? Entahlah.

Dan akhirnya.. gue sampai juga di puncak gunung Sawal. Gue agak kaget sebenernya pas sampe puncak. Di sana hanya terhampar rumput yang tidak terlalu luas, lalu pemandangannya tertutup oleh kabut. Ow. (Palm face)

Kemudian makan siang dibagikan, dan kita makan rame-rame. Btw, disana gue nemuin nepenthes walau gue lupa nama jenisnya apa.huwaa… baru kali ini ngeliat langsung.. ^_^

1447678304943

Setelah istirahat sebentar, sudah waktunya kita melaksanakan praktikum. Kelompok gue turun sedikit ke bawah dan sampai di lokasi. Kali ini gue cuma bertugas menganveg petak 2 x 2 dan 5 x 5, plus makrofauna nya. Gue bertugas bersama Uga (MNH 50).

1439655541350

Karena lokasi praktikum yang semakin tinggi, jenis yang kami temukan tidak terlalu banyak. Hampir di setiap plot, jenis-jenis itu melulu yang ditemukan. Btw, disini banyak bange begonia, jadi inget praktikum di Cibodas. Fufufu.. jadi sepanjang praktikum gue ngemilin begonia deh. Hahaha.. (jangan dicontoh). Oh ya, track di hutan pegunungan atas ini sangat menantang. Jalannya terjal banget dan tanahnya rapuh jadi gampang keperosok gitu. Pokoknya kalo mau pindah plot gue harus ngerayap berpindah pohon satu ke pohon lain dulu –sangat atraktif sekali. -_-

1439655595195
Kukuh (KSHE 50) struggle merintis jalur..

gue kelar dengan cepat –disusul oleh jobdesk lainnya dari temen-temen kelompok. Dan setelah itu, kita turun gunung. Horee.. Sawal udah selesai. Now, hardest part.. ngolah data + bikin laporan. Gyaaa.. gyaaaa~

Ehem, ehem, fokus dek! Kalo niat lurus ngerjain laporan pasti kelar kok~ Yep, emang kelar. Kelar paling pertama tapi halamannya berantakan. Wkwkwk.. akuh mah apah atuh. Kerapian nomor sekian. Akhirnya gue bongkar lagi laporan itu karena covernya ketinggalan. Lo hebat banget Nin, urutan halaman di tengah inget, tapi cover lupa.

Ngerjain laporan itu, satu setengah hari durasinya. Ya, ngolah datanya malem hari setelah turun dari puncak gunung Sawal, dan keesokan harinya baru nyalin data plus bikin diagram profil hutannya.

Malam harinya, setelah berpamitan dengan pemilik penginapan, kita gak ada agenda alias jam kosooong. Kita bebas mau main, jungkir balik, salto dari puncak, terseraaah.. terseraah mau ngapaaaiiin. Tapi, gue sih langsung packing (ciee.. giliran packing rajin.. wkwk..).

Abis packing, gue gak tau apa yang terjadi, tapi rasanya badan gue lemes banget. Kepala gue pusing, mata gue berat, dan pilek gue semakin menjadi-jadi. Oh iya, pas pertama sampe sawal gue emang demam. Gue bersyukur banget ketika anak-anak cowok akhirnya meninggalkan penginapan cewek, akhirnya gue bisa tidur juga. Lampu ruang tamu dimatiin, dan gue pun terlelap.

Gue bangun jam dua subuh. Jakrim gue gak kuat menahan hawa dingin yang tiba-tiba rasanya menusuk sampe tulang. Tapi yang paling menyakitkan adalah di belakang kepala gue. Rasanya seperti dihujam paku dan dipalu berkali-kali. Gue gak bisa tidur, apa pun posisi tidur gue, rasa sakitnya tidak bisa ditahan. Bahkan rasa sakit itu menyebar sampai ke telinga, tenggorokan dan wajah. Gue gak bisa tidur sampai pukul empat subuh –itu pun karena asprak gue bangun.

Ngeliat kondisi gue yang lebih mirip kayak orang abis ngeliat penampakan –gue menggigil di sudut lemari, sambil megangin belakang kepala yang sakitnya luar biasa, dan gue natap asprak gue kayak ngeliat sosok yang menakutkan, asprak gue pun nanyain kabar gue yang emang udah gak bener sejak sampe gunung Sawal.

Akhirnya, dini hari itu juga, gue di anter ke bidan terdekat. Setelah di beri obat, rasa sakit itu pun berangsur-angsur menghilang. Tapi cepet banget kambuhnya. Kurang minum dikit, langsung kambuh. >_<

Pagi hari, sekitar pukul tujuh, kami sub jalur Sawal-Pangandaran meninggalkan gunung Sawal dan pindah ke lokasi praktikum di Pangandaran.

20150810_105001
Kondisi setengah lelah menaiki truk… wkwk..

Truk bergerak perlahan menuruni jalanan berkelok, pemandangan hutan lebat disisi kanan-kiri jalan, dengan kabut tipis dan langit berwarna kelabu, tetesan air hujan turun membasahi wajah –gue tersenyum melihat pemandangan di kanan jalan. Terima kasih atas pengalaman dan pelajaran penting selama di Gunung Sawal. Tentu saja, selain menjadi lebih paham tentang ilmu tanah dan hidrologi, gue jadi mempelajari lagi beberapa tentang sifat manusia disini.

Memang benar, jika kau benar-benar ingin mengenal seseorang, ajak ia menginap di lapang. Maka kau akan melihat sifat aslinya keluar.

#GunungSawal
#P2EH
#Sawal_struggle

ib-1Kelompok 1B-1 : Halfi, Adit, Kukuh, Yessy, Dwiset, Darwati, Melani, Nindya, Uga, Fikri, Shalehudin DM.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 16, 2015 in Jalan-Jalan, KSHE, Kuliah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: