RSS

P2EH – Sub Jalur Sawal-Pangandaran #Part 2

17 Nov

20150813_133755Sempet kepikiran buat lompat sih.. -_-

Matahari semakin tinggi. Kaki-kaki yang awalnya kuat berdiri mulai rebah satu persatu di lantai bak truk. Sekitar empat jam perjalanan dari gunung Sawal turun ke Pangandaran. Beberapa kali gue nyaris jatoh karena ketiduran sambil berdiri. -_- Untungnya sebelum jatoh gue lebih sering bangun gara-gara truk rem mendadak, terus orang-orang di belakang gue refleks mendorong badan gue ke depan. Kebiasaan berdesak-desakkan waktu ngantri tiket bioskop membuat gue terlatih di medan seperti ini.

1439528071451
Kalo selfie mah kuat yak.. -_-

Pohon-pohon berganti perkotaan. Hotel-hotel, rumah, penginapan, dan toko-toko sudah berkali-kali kami lewati, tapi bau pantai tidak tercium juga. Orang-orang yang berada di dalam truk mulai menyebut-nyebut nama “pantai”. Persis seperti zombie kelaparan yang mencari otak untuk dimakan.

Doa para zombie terjawab, tidak lama kemudian kami memasuki kota kecil, berbelok sedikit dan pantai di depan mata. Ricuh pun tak terbendung. Truk kami berhenti di depan pintu masuk kawasan TWA Pangandaran. Kami pun segera turun, membawa tas/carrier masing-masing menuju penginapan yang terletak di dalam kawasan.

20150811_081757
Pusat informasinya..

Kawasan disini cukup terawat, disamping kiri jalan menuju penginapan terdapat pantai yang hanya berjarak beberapa meter, ada beberapa gua, pohon-pohon rindang di sisi kanan-kiri jalan dan jika beruntung –kalian akan menemukan sekawanan owa jawa di pohon-pohon dekat pantai.

Keterkejutan gue belom berakhir. Begitu sampai di penginapan, gue disambut oleh kerajaan monyet ekor panjang. Oh.. ada beberapa ekor rusa juga disana. Dan biawak! Biawak ada dimana-mana!

1439655611957
Dan kami juga hidup di antara para rusa… -_-

Kekaguman gue terhadap satwa berhenti disitu, seketika perhatian gue beralih ke temen-temen di Sub Jalur Pangandaran-Sawal yang saat itu masih berada di penginapan. Gue langsung menyapa Nabila, Bayu, Aji, Vira, Atlo, dan anak-anak KSHE 50 lainnya.

Perjumpaan tidak berlangsung lama. Anak-anak sub Jalur Pangandaran-Sawal pun berangkat menuju gunung Sawal, sementara kami bersiap untuk makan siang. Setelah itu.. jam kosoooong. Ada yang nyuci baju, bikin jemuran, main ke pantai, foto-foto satwa, dan… gue sendiri pengen maen. Yuhu~

 

 

20150810_135811
View di depan mess..

20150810_135541
Mungkin gini rasanya kalo punya rumah pas banget di depan pantai..

Sorenya, bareng anak-anak kelompok 1B-1, kita pergi menuju pantai pasir putih. Kita jalan dari belakang mess, melewati hutan dan menemukan makan kuno, lalu ada gua, daan.. akhirnya sampai di pantai pasir putih. Pemandangan senja disana seharusnya baguuuuss banget. Cuma mood gue lagi gak enak dan kerjaan gue cuma diem ngeliatin pemandangan disana. Hampa. Ya. Rasanya hampa. -_-

1439655538963
Wauw…

Kita balik ke penginapan –itu udah malem. Dan sampe disana udah ada Pak Iwan (dosen pembimbing). Jadi kita briefing bareng Pak Iwan dan asprak untuk memulai praktikum besok.

—————————–

Skip to tomorrow morning. Pagi hari itu, ketika di mess cewek masih di penuhi antrian mandi dan persiapan praktikum, gue udah duduk di bangku yang ada di teras –memperhatikan monyet-monyet ekor panjang yang udah turun ke medan perang. Yap, medan perang. Perang mencuri sarapan KAMI!

20150811_055255
Sepertinya mereka sudah hafal dengan jadwal pemberian sarapan.. -_-

Aula di mess cowok adalah tempat kami makan. Dan para monyet itu dengan cantiknya udah mengelilingi mess cowok, mencari celah untuk mencari bungkusan nasi yang di ambil. Sementara di mess cewek –gue gak ngerti para kaum hawa ini punya dosa apa sampai monyet-monyet berusaha mencari celah buat masuk ke dalam mess. Ventilasi di ruang depan sampai di rusak oleh para macaca fascicularis tersebut. Belum lagi kalo ada cwek yang gak berani keluar dari mess karena mau buka pintu aja udah dijagain oleh para monyet.

Oke, lupakan soal monyet. Jadi setelah sarapan, kita berangkat menuju tempat praktikum. Praktikum hari ini yaitu di hutan pegunungan dataran rendah. Gue (lagi-lagi) kebagian suhu, analisis hidrologi, pengamatan satwaliar, ngambil tanah dan makrofauna. Kali ini gue bareng kak Dea (THH 49) dan Halfi (MNH 50). Seperti biasanya, yang dapet jobdesk ngambil data suhu dkk pasti selesai paling pertama. Sisanya nyelesein ngukur diameter pohon.

Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan data di Hutan pantai. Kami turun sedikit lokasinya, mepet pantai. Masih dengan jobdesk yang sama, gue kak Dea dan Halfi kelar dengan cepat, dan setelah itu membantu di anveg pohon.

20150811_133508
Lokasi praktikum hutan pantai..

1439655572240
Kak Dea dengan termometer..

20150811_113322
Dwiset dan catatan tumbuhan bawahnya…

20150811_120831
Halfi dan Kukuh mengumpulkan sampel tanah..

20150811_113312
Kak Dea konsul jenis tumbuhan bawah ke Pak Iwan..

1439655624674
Atraksimemanjatpohon Ngukur diameter pohon..

1439655613928
[Masih] mengukur diameter pohon..

Selanjutnya kita makan siang bareng Pak Iwan dan anak-anak kelompok lain. Dan setelah itu… kita main bentar di pantai. Cieee.. yang praktikumnya main-main mulu. Cie..

20150811_124137
Makan siang bareng..

20150811_133443
Nyantai dulu…

Gue terlalu males buat basah-bahasan di pantai, jadi gue duduk di pinggiran bawah pohon aja. Untunglah main di pantainya tidak terlalu lama, setelah itu pak Iwan mengajak kami ke pasar untuk beli es kelapa atau belanja-belanja, tapi gue dan Faizah (SVK 50) memutuskan untuk kembali ke penginapan lebih awal. Beginilah ketika gue kehilangan selera untuk bersenang-senang -_-

1439655549701
Kondisi mess yang sepi ketika ditinggal olah para praktikan..

Gue sampai di penginapan dan disambut oleh Joni dan kawan-kawan. Oh iya, Joni ini alpha male di kerajaan monyet ekor panjang di penginapan. Badannya paling gede dan taringnya besar-besar. Khas banget deh pokoknya si Joni ini. Tanpa Joni, mungkin keseharian gue di Pangandaran akan membosankan. Hahaha…

—————————————-

Oke, skip to the next day. Pagi berikutnya kita praktikum di hutan mangrove. Jarak menuju hutan mangrove cukup jauh sehingga kami ke berpindah lokasi menggunakan truk pasir seperti kemarin.

Kami sampai di tepi pantai dan turun dari truk. Sebelum sampai di lokasi praktikum, kami harus berjalanan menyusuri pinggiran pantai. Diteras pantai banyak terdapat mayat ubur-ubur dan ketahuilah –mereka berbahaya. Walau sudah dalam kondisi lembek tak berbentuk, kalau kulit kita menyentuh tentakelnya, ubur-ubur yang sudah mati masih dapat menyengat. Beruntung kalau hanya menimbulkan bercak alergi, tapi tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan kematian. Makanya kami tetap harus mengenakan alas kaki walau berjalan di pantai.

20150812_092643
Gue lupa nama pantainya.. -_-

20150812_092733
Anginnya badai bangetz.. -_-

1439655555137
Ditemukan jenazah ubur-ubur dengan kondisi terkapar di atas pasir..

Tidak lama kemudian, kami memasuki jalan setapak dan sampai di lokasi praktikum hutan mangrove. Sebagian hutan laut disana terendam oleh air laut, namun di lokasi praktikum kelompok gue –air lautnya sudah surut. Tanahnya berlumpur dan dalam.

20150812_095434
Lokasi hutan mangrove kelompok 1B-1

20150812_110127
Para pejuang mangrove

1439655647249
Jalan di atas lumpur sambil ngehindarin ketusuk akar pasak itu… greget max

Dan praktikum pun segera dilaksanakan. Gue kebagian mengukur diameter pohon kali ini. Pekerjaan di hutan mangrove tidaklah seberat di tipe hutan yang sebelumnya. Mungkin karena pohon yang diukur tidak sebanyak sebelumnya. Praktikum pun berakhir dengan cepat.

20150812_110130
Hasil bermain di hutan mangrove..

Kegiatan selanjutnya adalah… minum air kelapa~

20150812_122506
Entah udah habis berapa banyak gue makan kelapa muda selama di Pangandaran..

Puas menikmati air kelapa muda, kami naik kembali ke atas truk dan selanjutnya kami menuju ……….. untuk body rafting. Demi apa pun ini praktikum atau liburaaaan~

Kami sampai di lokasi body rafting. Setelah makan siang disana, kami menggunakan jaket pelampung dan dibawa ke lokasi body rafting. kami berjalan melewati aliran sungai yang terlihat jernih, cahaya matahari yang menembus dari pohon-pohon memantul di atas permukaan sungai.

Kami sampai di pinggiran sungai kemudian dibariskan perkelompok, lalu akhirnya masuk ke dalam sungai. Bagian pertama adalah lompat dari tebing setinggi tujuh meter ke bagian sungai yang dalam.

Permasalahan di gue bukanlah di ketinggian tempat gue harus lompat, tapi gimana caranya gue manjat akar-akar buat naek ke atas tebing itu. -_- Gue kepeleset berkali-kali dan sempet paranoid pengen mundur lagi ke bawah, tapi turun ke bawah malah lebih serem, jadi akhirnya gue tetep naik ke atas daaan.. berhasil sampai juga.

Gue masih ngos-ngosan karena nanjak ke atas dan abang-abang yang jaga di sana udah ngomong, “siap ya.. dalam itungan 3.”

“Pak, bentar pak..”

“1.. 2.. 3..”

No choice. Gue lompat aja.

Hening. Ketika lo jatoh dari ketinggian 7 meter, lo gak ngerasain apa pun selain angin yang menerpa wajah lo. Rasanya agak aneh karena kaki enggak bisa menapak apa pun saat itu. Dan saat itu yang dipikiran gue cuma satu. “Kok gak nyampe-nyampe di air ya?” -_-

Tau-tau punggung gue udah menyentuh air dan badan gue tenggelam beberapa meter ke bawah, tapi gak berlangsung lama karena pelampung segera membawa badan gue melayang ke atas. Baru menarik nafas sebentar, kegiatan selanjutnya sudah akan dimulai. Kami disuruh membuat kelompok kecil lalu membentuk barisan panjang. Setelah itu kami tiduran di atas air sambil memegang kaki orang yang di belakang kami.

Orang yang berada di barisan paling depan di tarik oleh pemandu dan barisan pun bergerak mengikuti aliran sungai. Berikutnya kami hanya melompat dari batu-batu yang tinggi, atau ayunan dari sepotong tali lalu melompat ke dalam air, membuat lingkaran dan mengikuti aliran sungai, di ujung sungai kami membuat lingkaran besar yang terdiri dari semua kelompok dan foto bersama. The end of body rafting.

1439528079217
Cie.. main di air.. -_-

Saat itu juga, hujan turun walau gerimis. Orang-orang berebut dan mengantri di kamar mandi untuk berganti baju. Gue gak bawa baju ganti. Gue lupa kalau hari ini akan body rafting, jadi gue gak mempersiapkan baju sepotong pun untuk berganti.

Tapi kak Dea langsung minjemin jaketnya buat gue, Kukuh, Indha dan beberapa anak lainnya membagikan makanan mereka ke gue, hiks.. makasih.

Ketika truk pasir kami kembali menuju penginapan, hari sudah gelap dan gerimis masih menerjang kami sepanjang perjalanan.

Karena besok merupakan deadline laporan di Pangandaran. Sekembali dari body rafting, gue langsung mandi dan bersiap dengan peralatan tempur laporan. Kami berkumpul di aula mess putra untuk mengerjakan laporan.

20150813_234419
Para pejuang laporan..

20150814_051149
Berbagai aktivitas dalam satu ruang..

Sampai dini hari, masih ada sebagian yang mengerjakan laporan. Laporan gue udah sebagian besar beres, tapi batin gue terlalu lelah, jadi gue beristirahat dengan nonton film di laptop. -_- Istirahat nonton film?!

Sisa sepanjang malam gue pake buat duduk di teras mess putri sambil melihat pemandangan pantai yang gelap, dan gue ketiduran disana.

——————————————-

Skip to the next day. Hari ini gabut. Tapi di siang hari gue memutuskan untuk ikut fieldtrip keliling cagar alam dan melihat bunga rafflesia. Tidak banyak yang ingin ikut fieldtrip karena mau mengerjakan laporan (berhubung laporan gue udah beres, daripada gabut mending gue ikut jalan-jalan).

Kami pun memasuki beberapa gua, melihat sarang landak, melewati jalan berliku di tengah hutan, agak menanjak ke atas dan sampai di dekat tebing, disanalah kami menemukan banyak refflesia. Banyak yang masih kuncup, namun ada beberapa yang sudah mekar. Lalu kami berjalan lagi sampai di atas tebing dan disana terhampar pemandangan yang menakjubkan dengan lautan hijau dan ombak besar yang menyentuh pinggir tebing yang berbatu.

1439655547822
Lupa yang ini namanya gua apa..

20150813_120323
Yang ini gua deket mess..

20150813_133557
View
dari atas tebing.. :3

20150813_141123
Berada di lapang bukan menjadi penghalang untuk solat tepat waktu..

20150813_141450
Siap-siap mau balik ke mss..

20150813_154352
Sebelum pulang main ayunan pake akar dulu.. 😀

1439655653457
Daaan.. snorkliing.. 😀 (tapi gue gak ikutan) wkwk..

Tidak banyak yang kami lakukan hari itu. Keesokan harinya kami sudah packing dan bersiap untuk pulang.

Ketika bis datang, kami langsung membawa carrier masing-masing dan berjalan meninggalkan mess. Carrier sudah tersusun di bagasi bis, kami naik ke atas dan bis pun berjalan meninggalkan Pangandaran.

P2EH selesai.

————————————————————————————–

 

Eh, belom deng.. masih ada laporan akhir. Wkwkwk..

Notes : banyak yang enggak gue ceritain di Pangandaran, misal : waktu subuh gue pernah main-main di pantai bareng Deki dan Gadafi, nyari biawak sampe masuk semak-semak, kehilangan nafsu makan dan gak makan 2 hari selain jajan somay dan minum es kelapa muda, nontonin temen-temen snorkling (iya, nonton doang, gak ikutan), makan ikan bakar rame-rame di pantai, jalan-jalan tengah malem sendirian di tengah hutan, dan masih banyak lagi. Ada sejuta cerita di Pangandaran, tapi ada satu yang paling gue inget dan gak pengen gue ceritain. Ya, cukup tau aja.

Nananana… selamat datang semester 5~

Bonus : foto-foto dari kisah yang tidak sempat diceritakan. wkwk..

20150811_061427
Deki + Gadafi

20150811_061030
Pantai di dekat mess

1439477643247
1B-1 [masih] di hutan mangrove..

1439528143532
Bakar-bakar ikan.. 😀

1439655671298
Makan-makan ditamponas kelompok 1B-1 (Lokasi : Bara) Wkwkwk..

Link video P2EH Sub Jalur Sawal Pangandaran : P2EH 2015 Sawal Pangandaran

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 17, 2015 in Jalan-Jalan, KSHE, Kuliah, Praktikum

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: