RSS

#2 Side Story : Visa Waiver

20 Mar

waiver
(Sumber : http://www.the-dailyjapan.com)

Pada episode sebelumnya, setelah mengambil E-passport di kantor Imigrasi I Jakarta Pusat, gue enggak langsung balik ke Bogor. Berhubung waktu masih menunjukkan pukul setengah 10 gue akan langsung menuju Kantor Kedutaan Besar Jepang untuk mengurus Visa Waiver.

Gue belom pernah ke Kedubes Jepang, tapi gue pernah ngelewatin –secara enggak sengaja dan gue gak tau kalo itu kantor Kedubes –hanya feeling.

-flashback-

Beberapa minggu sebelum gue mengurus E-Passport. Gue, Indha (KSHE 50), dan Dyra (KSHE 50) pergi ke event YouthDev Summit 2016 di Jln Thamrin Jakarta Pusat. Kita bertiga kesana berangkat naik APTB. Setelah turun di deket halte busway, kita lanjut naik Transjakarta terus dari bunderan HI lanjut jalan kaki. Sepanjang jalan gue menikmati arsitektur gedung-gedung yang menjulang tinggi ke langit (pemandangan langka yang gak gue temuin di Lampung dan Bogor).

20160220_110424
Asik juga sih jalan-jalan disini

20160220_110542
Jln Thamrin Jakarta Pusat

Setelah mengikuti acara YouthDev Summit 2016 di BPPT, gue, Indha dan Dyra menyempatkan singgah di Grand Indonesia. (Ow yea.. finally.. dari dulu gue pengen kesana hehe..). Kita jalan kaki ke Grand Indonesia. Dan tepat ketika perjalanan pulang itu, mata gue tertuju ke jalan di sebelah kanan trotoar, gedungnya dipagari. Tinggi dan kelihatan ketat banget. Di deket pintu masuknya ada tulisan Jepang. Gue yakin gedung itu pasti berhubungan dengan negara Jepang. Sempet terlintas dipikiran, “apa jangan-jangan ini Kedubes Jepang?”

20160220_161408
Long journey back..

Perhatian gue dengan cepat teralih karena Indha sudah memulai guide tour nya.

Pasca kejadian YouthDev Summit 2016 dan kehilangan hp di Grand Indonesia (oke, ini ada ceritanya sendiri, tapi karena panjang, kapan-kapan aja gue ceritain wkwk..), gue kembali ke rutinitas kuliah. Dan waktu itu terbesit niat untuk segera mengurus Visa.

Saat itu, yang gue tau, anak kelas yang baru ke Kedubes Jepang itu Adit, akhirnya gue nanya ke dia lokasi Kedubes.

“Dit, kemaren dari Kedubes kan? Lokasinya dimana? Kamu naik kereta turun di stasiun mana?”

“Turun di Stasiun Sudirman, deket dari situ, tinggal jalan kaki.”

Waktu itu gue gak asing denger kata “Stasiun Sudirman”. Tapi karena informasi dari Adit kurang jelas, akirnya gue search sendiri di google dan…. gedung yang gue liat waktu mau ke Grand Indonesia itu ternyata beneran Kedubes Jepang. -_-

Pantesan gue gak asing denger kata “Stasiun Sudirman”. Waktu pulang dari acara YouthDev Summit 2016 itu, gue, Indha dan Dyra lari-lari distasiun Sudirman karena ngejer kereta yang udah mau berangkat.

Ternyata gue udah pernah kesana.

-end flashback-

Berdasarkan informasi dan pengalaman yang masih berbekas di memori, dari Stasiun Kemayoran gue langsung menuju Stasiun Sudirman.

Gue sampe di stasiun Sudirman sekitar jam setengah 11. Dari sana gue langsung menuju Kantor Kedutaan Besar Jepang di Jln Thamrin. Untung gue pernah kesini sebelumnya, jadi masih inget lokasi kantornya dan bisa memperkirakan jarak tempuh x jalan kaki x waktu. Begitu sampai di Kedubes gue langsung prepare KTP, form visa waiver (bisa di download di website Kedubes Jepang), dan dan E-Passport.

20160318_150306
This is it…

Setelah cek isi tas, gue masuk melalui pintu besi, sampai di lobi dan menyerahkan KTP. Lalu lanjut ke ruang pemeriksaan lagi (mirip kayak pemeriksaan di Bandara), dan baru diizinin masuk ke dalam gedungnya. Sampai disana, gue celingukan lagi –bingung harus kemana. Gue ikutin aja arah kemana orang-orang berlalu lalang.

Didalam sana dilarang telpon, memfoto dan makan. Jadi maap gue gak bawa dokumentasi apa-apa didalem sana. Begitu gue masuk ke ruang pengajuan visa, didalem sana udah rame banget. No seats left. Gue ambil nomer antrian kayak di bank dan dapet nomer 244 dengan waiting list 90 orang. O.O

Setelah berdiri selama kurang lebih dua jam, akhirnya nomer gue dipanggil. Oh iya, karena gue pake E-Passport, berkas yang gue kasih cuma E-Passport dan form Visa Waiver, setelah itu mas-mas penjaga loketnya bilang kalo passport gue udah bisa di ambil besok.

Nah, ini lagi perbedaan E-Passport dan Passport biasa. Kalau pakai passport biasa, membutuhkan Visa untuk ke Jepang, masa pengerjaan Visa adalah empat hari kerja dan dikenakan biaya Rp 330.000. Sementara yang menggunakan E-Passport mendapat jaminan bebas Visa apabila sudah melakukan registrasi di Kedubes Jepang, proses pengerjaannya dua hari kerja dan gratis.

Untuk formulir Visa Waiver dapat di unduh disini : PDF

Dokumen-dokumen yang harus dilengkapi untuk membuat Visa dapat langsung di download di website resmi Kedubes Jepang di : http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html

Keesokan harinya, setelah kuliah, gue balik lagi ke Kedubes Jepang. Jadi kalau pengajuan Visa itu dari jam 8.30-12.00 sementara pengambilan visa dimulai dari jam 13.30-15.00. Gue sampai di Kedubes jam 13.00 dan antrian sudah panjang pemirsaah~ setelah berdiri di kereta dari Stasiun Bogor sampai Stasiun Sudirman, sekarang berdiri lagi di bawah terik sinar matahari.

20160318_163234
Kondisi waktu berangkat T_T

Setelah pintu dibuka, antrian masuk per kloter, jadi gak langsung masuk kayak mau nonton di bioskop. Prosesnya sama kayak kemaren dan gue dapet nomer antrian A-084.

Setelah menunggu agak lama, giliran nomer gue dipanggil. Begitu sampai loket, gue ngasih slip untuk pengambilan passport. Passport gue dikasih dan gue cek, di halaman depan passport ada label yang ditempelkan. Label yang menyatakan E-Passport gue udah di registrasi.

Yoshaa~ gue keluar dari Kedubes Jepang, rasanya jauh lebih lega karena momok yang menjenuhkan (bolak-balik Bogor-Jakarta) buat ngurus passport dan visa udah selesai.

20160318_151701
Diambil dari jembatan penyebrangan pas otw balik ke Stasiun Sudirman

Yap, begitulah cerita gue ngurus Visa Waiver. Semoga bisa memberi informasi dan manfaat bagi yang membaca. See you~

 

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 20, 2016 in Jalan-Jalan, Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: