RSS

Journey In Kyoto : #1 Arrival

05 Apr

IMG_0219

27 Maret 2016 – 31 Maret 2016 merupakan salah satu pengalaman yang tidak akan kulupakan. Pengalaman pertama mengunjungi negara Sakura – sendirian. Aku bukan seorang backpacker, aku hanya seorang rimbawan yang belum dapet gelar S.Hut dan beberapa hari yang lalu (mendadak) menjadi backpacker. O.O

I was invited to present my paper in Kyoto, Japan. That’s all. Dan proses keberangkatan kesana jelas enggak semudah menarik duit keluar dari ATM. Mulai dari mengurus passport dan Visa, mencari dana, link, sampai belajar baca peta biar gak kesasar di bandara negara orang.

Banyak masalah yang terjadi. Pertama, aku gak bisa bahasa Jepang. Kedua, aku berangkat sendirian dan tidak ada kenalan seorang pun di Jepang. Ketiga, aku berbakat tersesat dan pembaca peta yang buruk.

Tapi takdir tetaplah takdir. Sejak insiden menemukan Kedutaan Jepang secara enggak sengaja, aku percaya kalau sepertinya perjalanan kali ini memang sudah menjadi ‘takdir’ku. Tinggal mengatasi keraguan akibat kendala-kendala di atas.

Setelah Visa beres, aku langsung mencari link di Kyoto. Berawal dari mengontak PPI Kyoto, lalu aku diarahkan ke mahasiswa Indonesia yang sedang S2 disana. Walau dadakan, tetapi akhirnya aku berhasil tersambung dengan beliau –namanya Kak Azza. Dari negera seberang sana, dia ngasih arahan aku harus naik apa, kemana, dan kita janjian ketemu dimana.

————————————————————-

Tanggal 26 – 27 Maret 2016.

Sore hari aku berangkat ke bandara Soekarno-Hatta. Karena aku dapat jadwal keberangkatan pagi dan dikhawatirkan tidak ada transportasi dari Bogor menuju bandara, makanya aku memutuskan bermalam di Soetta. O.O (saran dari Kukuh KSHE 50).

Aku sampai di bandara jam 21.10 WIB dan langsung menuju money charger yang masih buka. Selesai mengurus penukaran uang, sekarang mencari spot untuk “bermalam”. Pilihanku jatuh pada meeting point dekat pintu terminal 2D. Jadi sambil begadang, aku charger hp dan nonton film ngerjain tugas di laptop.

xxxxx
Bandara Soetta di malam hari

Aku baru tau kalau bandara punya jam sepi juga. Menjelang pukul 23.00 sampai dini hari ternyata bandara cukup sepi dan banyak orang-orang yang tidur di dalam. Aku pun mulai mengantuk dan untungnya disana ramai jamaah Umroh jadi tidak terlalu sepi.

IMG_0092
Sepi banget. Banyak yang tidur di bangku-bangku ruang tunggu.

Waktu berlalu dengan cepat. Matahari mulai terbit dari timur dan aktifitas bandara kembali padat oleh orang-orang yang akan check in. Termasuk aku.

20160327_061557
What a beautiful morning.

Setelah check in, langsung menuju bagian imigrasi daaan.. menuju boarding gate. Tidak sampai setengah jam menunggu, gate dibuka dan aku masuk kedalam pesawat. Perjalanan kali ini aku naik pesawat Cathay Pacific dan transit di Hong Kong. Yap, memang enak sih pesawatnya.

Tidak lama kemudian pesawat take off. Aku tinggal menanti pendaratan sambil menonton Walking Dead dan menikmati sarapan yang dihidangkan pramugari. By the way, sarapannya enak. Terutama rotinya dan (kayaknya) aku sering banget minta refill jus (-_-). Hehe..

20160327_091645
Menu lengkap.

20160327_084049
Blue sky..

4 jam penerbangan dan akhirnya sampai di Hong Kong. Ini ekspresiku ketika melihat Hong Kong International Airport dari jendela pesawat.

giphy

Turun dari pesawat aku udah dibikin bingung sama bandaranya. O.O Padahal pintu transit yang kucari dari tadi ada di sebelah kiri tepat ketika aku turun dari pesawat. -_- Urusan di bagian transit beres dan ketika aku keluar dari bagian pengecekan –aku baru sadar kalau di tiket gak ada pintu gate. I am panic! I am panic!

Untungnya pas di depan hall yang berisi banyak gate, ada papan informasi yang berisi semua jadwal penerbangan. -_- Akhirnya gate penerbanganku ketemu. Dan aku tinggal duduk menanti keberangkatan.

20160327_140124
Hong Kong International Airport

Sambil menunggu aku liat orang-orang berlalu lalang. Mereka bergerombol, bersama rombongan, keluarga, teman, dan aku… sendirian. Sendirian di bandara sebesar ini. Di negara orang dan alat komunikasiku tidak bisa digunakan sama sekali.

20160327_134408
hayo lhoo… terminalnya ada banyaaak… -_-

Kalau ditanya apa aku takut atau tidak, tentu saja aku takut. Aku sendirian, tidak tahu apa pun, aku tidak bisa berkomunikasi, aku tidak membawa uang selain Yen dan ini penerbangan pertama keluar negeri.

Keasyikan ngelamun ternyata gate sudah dibuka dan aku langsung mengantri. Kali ini aku duduk di kursi tengah (tidak ada pemandangan yang bisa dinikmati -_-). Akhirnya selama perjalanan aku memilih menonton film sambil menikmati makan sore. Aku melihat ke arah jendela, langit sudah gelap dan terdengar suara yang menginstruksikan bahwa pesawat akan segera mendarat di Kansai International Airport. Pukul 20.40 pesawat landing di terminal 1.

Setelah turun dari pesawat, aku kebingungan lagi. Aku tidak tahu dimana tempat pengambilan bagasi dan bagian imigrasinya. Ditengah kebingungan seperti itu, akhirnya aku memilih mengikuti arus. Kemana orang-orang pergi, aku ikuti saja. Turun dari pesawat, kami menaiki kereta dan turun di bagian bandara yang lain. Disana baru ada bagian imigrasi. Ketika di pesawat, pramugari membagikan slip yang harus diisi penumpang yang akan menetap di Jepang, di bagian imigrasi nanti harus diserahkan bersamaan dengan passport.

Berhubung aku gak paham cara ngisinya, ada saja bagian yang kurang lengkap, sehingga slipku ditolak dan harus diperbaiki berkali-kali -_-. Setengah jam lebih mengurus di bagian imigrasi dan setelah itu aku mengambil barang bawaan baru keluar dari bandara.

Begitu keluar dari bandara, aku kaget dengan perubahan suhunya. Diluar dingiiiin banget. Lebih dingin daripada waktu di gunung Tambora O.O (gunung tambora 11 derajat Celcius). Mana ini cuma pake kaos satu lapis sama jaket.

Buru-buru aku berlari ke tempat pembelian tiket kereta Haruka Express. Itu satu-satunya transportasi yang tersisa untuk menuju Kyoto. Sebenarnya kalau di Kansai International Airport menuju Kyoto, banyak alternatif yang bisa digunakan. Ada Skygateshuttle bus (tapi harus pesan 2 hari sebelum keberangkatan), taxi (mahaaaal mas broo), dan kereta Haruka Express.

Namun ternyata sesampai disana, bagian reserved seat sudah habis, jadi aku langsung membeli yang non reserved seat. Harga tiket Haruka untuk non reserved seat 2.980 yen. Beberapa detik setelah aku naik kereta, pintu tertutup dan kereta pun berangkat.

Aku menghela nafas lega. Telat beberapa detik saja, bisa-bisa aku tidak jadi ke Kyoto malam ini. Karena tiketku non reserved seat, berarti ya siap-siap aja kalo gak kebagian tempat duduk dan akhirnya berdiri sepanjang perjalanan. Didalam kereta lebih hangat dan aku bisa santai sejenak setelah daritadi berlarian panik seperti orang ilang di bandara.

Di Indonesia, aku biasa naik KRL dan udah sering banget berdiri berjam-jam. Hehe.. kalau cuma berdiri sekitar 55 menit sih gak bakal kerasa. Eh, kerasa deng.. aku lagi kecapekan soalnya -_- Pengen duduk ngemper di deket pintu tapi nanti diliatin orang-orang. Tahanlah.. tahan.. ayo kaki.. udah ngelewati MPF-MPD masa masih lemah sih?? -_-

——————————–

Kyoto station.. kyoto station..

Finally, sampe juga di Kyoto Station. Dari situ aku mulai mengikuti instruksi kak Azza. Aku turun dari kereta, naik ke lantai 2, cari gate 3 Biwako-Line, terus tunggu kereta di platform 2 yang menuju Yasu/Maibara, lalu turun di Minami-Kusatsu Station.

Aku udah sampe sih di platform 2. Tapi gimana kalo aku sampe Minami-kusatsu station, kak Azza gak ada disana? Gimana kalo kak Azza ngira aku gak jadi ke Kyoto malem ini karena gak ngabarin dia sama sekali? Gimana ini?? Gimanaaa?? (Aku paranoid).

Sebelumnya kak Azza pernah ngasih kontak telpon dia. Tapi itu nomer lokal. -_- Hpku mana bisa nyambung ke nomernya. Akhirnya aku ngeberaniin diri datengin petugas dan bilang ke petugasnya aku mau minjem hp dia buat ngontak kak Azza. Trust me, I can not speak Japanese language! So, what happen next??

Ternyata petugas itu paham walau aku pake bahasa Inggris. Oke, bahasa inggrisnya aku mix pake bahasa Jepang sih. Jadinya… “I want to call my tomodachi.” Krik. Krik.

Aku mohon. Para ahli bahasa yang membaca blog ini, maklumilah tingkah absurdku. -_-

Beliau minjemin hpnya, aku telpon kak Azza dan betapa bahagianya aku saat itu ketika mendengar suaranya. Dan setelah seharian ngomong pake bahasa Inggris, aku seneng banget akhirnya bisa ngomong pake bahasa Indonesia.

Ternyata kak Azza masih nungguin di stasiun. Aku legaaaa banget. fiuh.. yosh, karena kereta ke Yasu sudah datang, aku pun mengakhiri telpon dan mengembalikannya ke petugas.

Aku masuk ke dalam kereta, duduk di salah satu kursi. Diseberangku ada bapak-bapak yang baru duduk juga. Mungkin karena baru awal, masih terbesit keraguanku, ini kereta yang bener atau bukan. Jadi aku tanya ke bapak itu. “Sumimasen, kore wa Minami-kusatsu densha desu ka?” (maaf kalo ada yang salah -_-)

Dia jawab, panjang banget. Tapi aku tahu dia bilang iya. Setelah aku bilang makasih, semua kembali hening. Di beberapa pemberhentian, aku sempat melihat pohon-pohon sakura yang sudah bermekaran. Seketika aku teringat, kalau sekarang memang sedang mekarnya bunga sakura. Wow..

20160328_000326
KRL eh, Japan Railway (JR)

Akhirnya sampai di minami-kusatsu station. Aku turun dari kereta, naik ke lantai 2 dan melihat sosok berkerudung duduk di bangku. Kak Azza! Aku langsung menghampirinya dan jujur aku seneng banget bisa ketemu orang Indonesia disini.

Begitu keluar dari stasiun, hawa dingin langsung menyengat kembali. Aku kedingingan. Beneran kedingingan. (>w<) Untungnya mba Azza mengajak makan malam dulu. Karena bingung mau makan apa, aku pun minta ke McD terdekat aja.

IMG_0100

Agak kaget sih karena McD disana gak menyediakan menu nasi. Akhirnya aku beli burger ikan dan minuman soda (dingin-dingin masih aja minum es soda -_-). Btw, beda dengan di Indonesia, kalau McD disana, selesai makan, mejanya diberesin sendiri. 😀 Jadi jangan ninggalin nampannya dengan bekas makan.

IMG_0099
Penghangat.. 🙂

Selesai makan, aku dan kak Azza menuju apartemen kak Dewi. Jadi, selama di Jepang aku akan menginap di apartemen kak Dewi. Kak Dewi juga orang Indonesia, S2 di universitas yang sama dengan kak Azza.

IMG_0105
Night walking..

Jalan kaki cukup jauh dan aku semakin kedingingan. Melewati rumah-rumah dan jalan yang berkelok, akhirnya sampai di sebuah jalan besar. Kami menyebrang dan sampai di apartemen Kak Dewi. Sesampai di kamar, aku langsung istirahat dan tidur. Aku tidak sempat menata koper, ganti baju atau apa pun itu. Aku hanya cuci kaki dengan air hangat, lalu langsung tidur.

Perjalanan yang sesungguhnya akan dimulai besok. ^_^

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada April 5, 2016 in International, Jalan-Jalan, Jepang, Kuliah, Lomba

 

4 responses to “Journey In Kyoto : #1 Arrival

  1. elvi

    April 8, 2016 at 1:52 am

    pengalaman yg menakjubkan 🙂
    salut sama kakak,, berangkat ke jepang sendirian ,, kereeeen 😀

     
    • Rin Lawliet

      April 9, 2016 at 8:36 am

      Terima kasih.. 😀
      Iya, gak nyangka juga bisa survive disana. Hehe..

       
  2. Rizka

    April 22, 2017 at 1:14 am

    Halo kak! Aku rizka kshe 53 dan kebetulan pernah ke jepang dan kebetulan kepingiiiiinnnnnn ke jepang lagi…. aku boleh kenalan sama kakak lbh deket ga yaa?hehehe line gituuu?

     
    • Rin Lawliet

      Mei 28, 2017 at 8:59 am

      Hai rizka.. maaf baru balas ya.. saya baru cek blognya..:)
      Iya boleh kok.. ini line saya @rin_lawliet

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: