RSS

Journey In Kyoto : #3 Lost and Found – The Shrine

10 Apr

IMG_0368

Aku turun di Minami-Kusatsu Station. Suasana ketika aku semalam berada di sini dengan pagi hari sangat berbeda. Sekitar pukul 11 malam kemarin, stasiun sudah sepi, jalanan pun tidak ramai –nyaris tidak ada mobil yang berlalu lalang. Namun sekarang stasiun sangat ramai.

IMG_0241
Stasiun Minami Kusatsu

Orang-orang berjalan dengan cepat. Saking cepetnya, langkahku sampe keseret-seret (menyesuaikan dengan kecepatan jalan mereka). Orang Jepang kalo jalan cepet banget. Diantara karena mereka memang tidak suka menyia-nyiakan waktu atau akunya yang jalan kayak siput (._.)

Naik eskalator di Jepang juga ada aturannya. Kalo kita naiknya santai (tidak terburu-buru), tinggal menepi di sebelah kiri eskalator. Kalau terburu-buru, jalan di sebelah kanannya. Hmm.. O.O Kalo naik eskalator di Indonesia sih suka-suka –sesuka hatimu berdiri di mana (tapi gak tau ya kalo emang ada aturan kayak gitu juga, mungkin aku yang belum pernah nemu).

Sampai di lantai 2, aku langsung menuju mesin isi ulang IC Card. Mesinnya kecil dan ada di sudut, hampir gak keliatan. Untung petunjuk pengisiannya menyediakan bahasa inggris. Jadi pertama kartu dimasukkin (ada tempatnya di pojok kanan atas), terus pilih masuk isi ulang berapa yen. Isi ulang hanya tersedia pake uang lembaran. Aku isi 1000 ¥ aja. Abis itu ambil lagi IC Card nya.

Masalahnya waktu itu aku emang gak tau cara make IC Card. Harusnya aku tap kartunya di mesin pas masuk, tapi aku malah bablas aja. -_- Aku langsung turun ke lantai 1 tempat platform kereta ke Kyoto Station.

Aku sampai tepat ketika kereta tiba. Ketika pintu terbuka, aku heran lagi karena melihat orang-orang tidak langsung masuk ke dalam kereta, tapi membiarkan orang-orang keluar terlebih dahulu. Gak ada yang nyerobot, beneran! O.O Setelah semuanya sudah keluar, baru mereka masuk ke dalam. Masuknya antri pula!

Keadaan di dalam kereta penuh. Aku berdiri –bersandar deket pintu. Selama perjalanan, keadaan sangat hening. Jarang ada penumpang yang mengobrol –kalau pun ada, mereka ngomongnya pelaaan banget.

Melihat perbedaan kultural seperti ini entah mengapa membuatku semakin bersemangat menjalajahi Kyoto lebih jauh. Ini baru awal perjalanan –tapi aku sudah menemukan banyak hal menarik dari Jepang. Jam sibuk mereka, tertibnya mereka, aturan mereka, kebiasaan mereka –that’s awesome.

Semakin dekat ke Kyoto Station, penumpang makin bertambah dari setiap pemberhentian. Dan sekitar 20 menit perjalanan, akhirnya sampai juga di Kyoto Station.

IMG_0243
Budaya antri di tempat-tempat umum.

Kyoto Station sangat ramai saat itu. Orang-orang turun dari kereta, berjalan dengan tergesa, menaiki tangga sambil berlari, menunggu kereta dengan tertib dan mengantri. Aha~ ini yang paling aku suka. Di sana, kalau menunggu kereta itu mengantri. Jadi gak gerombol di depan garis kuning, tapi mereka bikin antrian memanjang kebelakang.

IMG_0246
Kyoto Station – inside

Aku pun bergegas ke lantai 2. Di lantai 2 lebih ramai lagi. Orang-orang berjalan cepat ke berbagai gate yang menuju platform-platform berbeda. Keramaian seperti ini membuatku semakin bingung -_- Untuk menghindari crowded-shock macam gini, aku pun berlari ke toko makanan terdekat. Sambil membaca catatan dari kak Azza, hidungku menangkap bau sedap dari toko di belakangku.

Waffle~ Melihat banyak turis asing yang antri disana, aku pun akhirnya ikutan beli. Waffle kering dengan baluran coklat yang sudah mengeras. Ada rasa saus mapple, strawberry, kacang dan lain-lain. Harganya pun bervariasi, mulai dari 200 ¥ – 300 ¥ Wafflenya kusimpen buat bekal perjalanan nanti.

IMG_0264
Central gate stasiun Kyoto

Selanjutnya aku harus keluar dari kyoto Station, menuju tempat pembelian tiket bis dan membeli tiket one-day-pass untuk bis di Kyoto. One-day-pass ticket harganya 500 ¥. Tapi kalo pake itu, dalam sehari kita bisa naik bis –kemana pun dan gak harus bayar lagi. Kalo gak pake one-day-pass ticket, siap-siap aja kanker (kantong kering) gara-gara transportasi. -_- Sekali naik bis aja bisa 230 ¥, bayangin kalo harus ganti-ganti naik bis dalam sehari. Bisa habis 1000 ¥ lebih.

Tempat pembelian tiket bis ada di depan central gate Kyoto Station. Jadi aku tinggal cari arah ke central gate.

IMG_0249
Kalo mau keluar lewat central gate, cari eskalator ke lantai 1 yang gatenya ke Kereta Haruka Express

Nah, pas mau keluar, kan ngelewatin mesin yang buat masukin tiket/tap IC Card, pas giliran aku yang nge tap –the door closed automatically. -_- Karena bingung, aku datengin aja pos petugas yang jaga di sebelah mesinnya.

Aku kasih IC Card nya terus bilang aja kalo gak bisa lewat. Petugasnya ngecek, terus nanya dari stasiun mana. Dan abis itu aku harus bayar 320 ¥. Sekalian petugasnya jelasin cara make IC Card. I should tap the card at the first station. O.O

-_- I see. Kebingungan membuatku melupakan hal sederhana.

Oke, masalah kereta beres. Aku pun keluar dari Kyoto Station. Btw, Kyoto Station ini merupakan salah satu objek wisata juga di Kyoto. Kalo cek di map-map tourist, Kyoto Station masuk sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalo jalan-jalan ke Kyoto.

Cuma stasiun kok bisa jadi obyek wisata?

Hmm.. Kyoto Station itu… wow bangeeet. >_< Langit-langitnya tinggi banget, desainnya juga unik. Stasiun ini juga punya mall, hotel dan restoran. Di bagian atasnya ada taman (tapi aku belom ke sana, cuma baru baca denah stasiunnya) dan viewpoint pemandangan kota Kyoto.Tepat di depan stasiunnya ada Kyoto Sky Tower.

IMG_0259
Arsitekturnya keren..

IMG_0274
Kyoto Sky Tower

Ini beneran aku berdiri di tempat ginian? Aku gak ngimpi kan? (>_<)

Oke-oke. Cukup terseponanya. Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, aku harus bergegas beli tiket bis. Tempat pembelian tiket bisnya ada di depan Kyoto Station.

IMG_0271
Tempat beli tiket bis ada di bangungan sebelah kanan.

Sampai didalamnya, ada bagian tourist information dan tempat pembelian tiket. Kalau beli tiket one-day-pass nanti dikasih map rute bis sekaligus lokasi-lokasi tempat wisata di Kyoto. Disana juga banyak pamflet informasi tempat wisatanya, kalau emang tertarik di ambil aja gapapa kok.

Yosh~ udah dapet tiket bisnya.

Rencananya sih, aku mau ke Kinkakuji Temple (known as Golden Pavilion). Berhubung aku Angkatan Emas di IPB kan keren tuh kalo bikin tulisan backgroundnya Kinkakuji Temple yang berkilau keemasan juga. Fufufu..

Itu ekspetasi. Realitanya…

Aku salah naik bis, turun di halte yang salah pula. Aku turun di halte Kamishichiken, harusnya halte Kinkakuji-michi. Akhirnya aku kesasar di perumahan warga. -_-

IMG_0279
Aku turun di tempat yang salah.. 😥

get lost
Gak bisa keluar dari sini.. semua jalan keliatan sama. 😥

Satu jam lebih aku pake buat muter-muter di perumahan warga –berusaha mencari jalan keluar. Ada tetesan-tetesan air jatuh dari langit. Gerimis. -_- Kecapekan jalan, kedingingan, keujanan, akhirnya aku menepi dulu di depan salah satu rumah. Dideket rumah itu, ada dua orang ibu-ibu lagi ngobrol.

Sebenernya gak enak sih kalo ngerepotin orang, tapi berhubung aku kesasar dan daripada gak jadi jalan-jalan, akhirnya aku nyoba tanya jalan ke mereka. Bahasa Inggris-Jepang ajaibku pun keluar lagi.

Sumimasen, do you know where is Kinkakuji Temple?”

Kedua ibu-ibu itu bingung denger bahasa ibu mereka dicampur pake bahasa lain. Aku ngeluarin peta, ngulangin pertanyaan sambil nunjuk Kinkakuji Temple, baru setelah itu mereka ber “oooh” ria. Mereka jelasin rutenya ke aku –pake bahasa Jepang! Which mean I don’t understand what are they talking about. O.O Mungkin melihat ekspresi wajahku yang blunder banget, salah satu ibu itu ngajak aku jalan. Dia nganterin aku! >_<

Sepanjang perjalanan, si ibu ngajakin ngobrol, pake bahasa Jepang! Si ibu akhirnya nanyain aku pake bahasa Inggris, “where are you from?”

Percayalah, dia tidak menyebutkan semulus kalimat itu. Lebih tepatnya waktu itu dia ngeja, “werayu furom?”

“Hah? Furom?” O.O Aku bingung.
“I’am Japanese, you?”
“Oh.. you mean ‘from’.. I get it. I’m from Indonesia.”
“Hoo.. Indonesia. Sokkaa..”

Ternyata memang bener kalau orang Jepang kebanyakan sulit spelling bahasa Inggris. Tapi aku salut sama mereka. Si ibu pake bahasa Jepang, aku bahasa Inggris. Perbedaan bahasa tidak menjadi kendala komunikasi. Bahkan aku sampe dianterin segala.

Sepanjang jalan, dilangit banyak burung gagak yang beterbangan. Kenapa di Jepang banyak burung gagak? Di kampus juga ada sih, tapi gak banyak.

Aa.. Are wa karasu..” ucapku pelan sambil ngeliat langit. Si ibu ngeliat ke langit juga terus ketawa.
Hai, karasu desu,” balasnya.

Walau aku gak bisa nyusun kalimat, tapi kalo nyebutin benda-benda/hewan masih bisa dikit-dikit. Dan akhirnya sepanjang jalan aku sama ibu itu kayak main tebak-tebakkan tunjuk benda-sebut nama. J

Aku dianterin sampe jalan besar. Si ibu nunjukin ke peta, dari tempat itu aku tinggal ngikutin jalan besarnya dan nanti sampe di Kinkakuji Temple. Setelah mengucapkan terimakasih, kita berpisah.

Yosh~ tinggal sedikit lagi.

IMG_0379
Batu ini menarik perhatianku

Pas aku perhatiin jalanannya, diseberang ada taman. Taman itu mencurigakan (maksudnya kok rame). Penasaran, akhirnya aku kesana. Ternyata taman itu adalah bagian dari Kitano-tenmangu Shrine. Dari bagian sana ada pintu masuknya. Aku pun keterusan masuk ke dalam.

IMG_0293
Pintu masuk – belakang

IMG_0303
Tempatnya luas banget. Ada jalan stapak dari pintu, kanan-kiri pepohonan dan banyak terdapat kuil-kuil. I don’t know what are they call this place, I hope I have there’s an interpreter for explain all of this building -name and function. ._.

IMG_0306

IMG_0311

IMG_0317

IMG_0313

Ini merupakan bangunan utamanya. Disini aku liat bukan hanya turis –tapi penduduk lokal juga datang. Mereka datang untuk berdoa. Aku lihat mereka melemparkan koin, membunyikan lonceng, menepuk tangan lalu berdoa. Hoooo… that’s interesting.

IMG_0326

The Kitano Tenmangu Shrine is a shrine built in the northwest section of Kyoto over 1000 years ago. The shrine was built during 947AD by the emperor of the time in honor of Sugawara no Michizane, a scholar and politician who represented the middle Heian period (794 AD – 1185 AD), as well as for the peace of the nation. Ever since, the imperial family, nobles, samurais and commoners alike all visit the shrine to worship. The Kitano Tenmangu Shrine is the very first shrine in Japanese history where an actual person was enshrined as a deity. He is known as the “god of agriculture,” “god of honesty and sincerity,” “god of dispelling false accusations” and “god of performing arts.” However, he is best known for being the “god of academics.” There are as many as 12,000 shrines that are dedicated to Sugawara no Michizane in Japan, but the Kitano Tenmangu Shrine is the origin and the main shrine. (Sumber : http://kitanotenmangu.or.jp/top_en.php)

IMG_0369
Praying.
Saat ini banyak orang yang datang ke Kitano Tenmangu Shrine untuk berdoa -terutama para pelajar yang memohon kelulusan dan hasil ujian/nilai akademik yang bagus.

Dibagian kanan banyak toko souvenir yang menjual barang-barang unik. Aku pun tergoda dan akhirnya beli document keeper dan memo buat souvenir. Fufufu.. (saiia tidak tahan godaan souvenir). Total belanjar souvenir 750 ¥.

IMG_0328
Toko souvenir. Ada beragam barang yang dijual. Jimat, kuas, memo, kipas, patung, dan lain-lain.

Dan setelah itu aku keliling-keliling di sekitar sana.

IMG_0336
Disebelah kanannya terdapat satu areal berisi ratusan pohon plum yang kalau sedang bermekaran sempurna pasti keren banget.

IMG_0339
Plum

IMG_0349
Ini buat air cuci gitu. Yap, ada petunjuknya tapi aku gak bisa bacanya jadi… ._.

IMG_0344
Enak sih jalan-jalan disini

IMG_0352

IMG_0334
The shrine

IMG_0353

IMG_0354
Ini gerbang masuk utamanya. Kuil ini memiliki banyak pintu gerbang yang dirancang identik dengan gerbang kuil shinto.

Keasyikan keliling, aku disadarkan oleh warna langit yang mulai berubah jingga. Gyaaa~ Kinkakuji Temple!!

Aku pun melanjutkan perjalanan. Namun baru beberapa langkah kedepan, perhatianku teralih oleh bunga sakura yang jatuh tertiup angin. Pohon-pohon sakura berjejer di sebelah kiri jalan -berpadu dengan pohon plum. Dan serasa seperti di adegan anime, aku berada di jalanan di bawah pohon-pohon sakura yang sedang bermekaran.

IMG_0381
T_T 5 cm per second . . .

Hiks.. gak ada yang ngefotoin.. T_T

Tidak jauh dari tempat aku berdiri ada Hirano-jinja Shrine. Disana ramai, pasti karena sakuranya sudah bermekaran. Aku masuk ke dalam. Disana ada pohon sakura putih yang besar dan sudah bermekaran.

IMG_0382
Hirano – Jinja Shrine

Hirano-jinja adalah sebuah kuil yang terletak di Kita-ku, Kyoto yang terkenal dengan pohon bunga sakuranya. Pohon-pohon Sakura ini telah ditanam sejak Zaman Heian (794 ~ 1185) sebagai simbol pembaharuan daya hidup seseorang. Di kuil ini terdapat 400 pohon Sakura dari 60 varietas yang berbeda (sumber :japanhoppers).

IMG_0386
Pohon sakura yang udah mekar

IMG_0387
Apa pun warnanya.. tetep perfect buat objek foto

Di bagian sebelah kanan ada taman yang kereeen banget.

IMG_0383
What a great color..

IMG_0401

IMG_0417
Beautiful garden.. 🙂 (hiraukan mahluk yang ada di bawah pohonnya)

Kalo masuk kedalam, disana ada pohon besar dan kuil untuk berdoa.

IMG_0396
Ini bagian dalemnya

IMG_0395
Pohon sucikah?

IMG_0399
Praying..

Di bagian sebelah kiri ada taman sakura. Namun belum seluruhnya bermekaran.

IMG_0421
Taman sakura tapi belom pada mekar..

IMG_0433
Persiapan buat festival. Katanya setiap tahun, tanggal 10 April kuil ini sesak dipenuhi pengunjung yang datang menghadiri festival bunga sakura.

Lagi-lagi niatku ke Kinkakuji Temple teralihkan. Tersadar akan tujuan utama, aku pun bergegas meninggalkan tempat tersebut dan mempercepat langkah menuju Kinkakuji Temple.

IMG_0446
Nyebrang disana aman. Kendaraan mengalah sama pejalan kaki.

Pernah pas mau nyebrang, aku berdiri di pinggir jalan, mobil yang mau lewat tiba-tiba berenti. Aku bingung, kenapa tu mobil berenti? Eh, supirnya nyuruh aku nyebrang duluan. O.O Padahal jalannya sepi, gak ada polantas atau kamera CCTV. Hm..

IMG_0443
Aku hampir tidak menemukan pengendara sepeda motor disana. Paling hanya 1-2 kali aku ngeliat, itu pun sedikit.

Jalanan besar terlewati. Setelah menyebrang, tinggal jalan lurus mengikuti peta, nanti ada papan petunjuk lagi menuju ke tempat kuilnya. Namun, setelah memacu langkah –nyaris berlari, ketika aku sampai disana, kuilnya sudah tutup. Namun aku tidak menyesal. Toh kedua tempat yang tidak kurencakan untuk kudatangi, malah memberikan apa yang paling aku inginkan. Sakura. Ya, aku sangat suka memfoto sakura dan hari ini aku dapat lebih dari apa yang kuharapkan.

Kinkakuji Temple bukan hari ini. Lain waktu, maybe? Hehe..

Langit mulai berubah menjadi gelap. Suhu semakin dingin dan aku mulai kelaparan. Setelah menyebrang, aku menunggu di halte bis. Karena tidak ada orang, aku pun menyempatkan diri makan waffle dan onigiri yang kubeli di stasiun.

IMG_0450
Murah, efisien, dan.. halal (penting buat yang Muslim) hehe..

Agak lama menunggu, akhirnya bis datang. Celakanya, aku lupa mengecek itu bis nomor berapa. Akibatnya, aku salah naik bis lagi dan kesasar makin jauh. >_< Aku harusnya naik bis 205 untuk kembali ke Kyoto Station. Aku membaca denah di dalam bis yang lebih jelas.

Akhirnya aku turun di salah satu halte dan tidak lama kemudian bis 205 yang kutunggu tiba. Aku naik dan karena bis sepi aku mendapatkan tempat duduk. Fyuhh.. setelah berjalan seharian, akhirnya bisa duduk sejenak.

IMG_0452
Bis beroperasi sampai malam.

20 menit perjalanan dan akhirnya sampai di Kyoto Station.

IMG_0463
Kyoto Sky Tower di malam hari

IMG_0461
Pertunjukkan air mancur di Kyoto Station

Udara malam itu dingin banget. Aku sudah mulai menggigil lagi. Ketika di dalam stasiun, aku kelaparan dan masih kedinginan. Akhirnya aku memesan udon sekalian untuk makan malam dan menghangatkan diri.

IMG_0472
Oishii~

Udonnya enak. Aku baru tau udon seenak ini. Mie dan kuahnya kerasa beda sama udon-udon yang pernah kubeli di Bogor. :3
Hangat. Hangat ~

Setelah makan. Aku pun turun ke platform 2, menunggu kereta ke Yasu dan turun di Minami-Kusatsu Station. Yosh.. tadaima~

IMG_0476
Amunisi buat besok. Fushimi Inari…

 

 

 

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: