RSS

Journey In Kyoto : #4 Fushimi Inari

20 Apr

IMG_0625

29 Maret 2016.

Hari presentasi. Aku presentasi di Kyoto Research Park jam 15.45. Masih ada waktu setengah hari yang bisa kumanfaatkan buat jalan-jalan. Beneran lho, kalo kalian ke Kyoto –kalian harus jalan-jalan! Sangat banyak tempat yang menarik disini. Mulai dari kuil, hutan, gunung, sungai, jalanan, kuliner, sampai yang (menurut aku) paling unik yaitu Fushimi Inari.

Pagi ini rencananya aku mau ke Fushimi Inari. Rencana awal, aku mau bangun pagiii banget, biar bisa puas disana. Namun apa daya, adaptasi tubuh yang lambat membuat aku bangun kesiangan (lagi). Sebenernya kalo di Indonesia aku biasa bangun subuh. Pas di Jepang jadi bangun siang. -_- Efek jam biologis.

Aku bangun jam 8. Dan itu pun gak langsung mandi tapi ngulet dulu di tempat tidur karena dingin ._. (jangan dicontoh). Setelah nyawa terkumpul, baru deh mandi, terus siap-siap daaan berangkat. Pagi itu udara masih terasa dingin. Aku turun menyebrang melalui jalur penyebrangan bawah tanah, lalu melewati rumah-rumah yang biasanya kulewati. Bunga sakura yang kuncup mulai bermekaran di halaman rumah-rumah warga, aku melangkah di tepi garis khusus pejalan kaki, sementara di sebelahnya adalah jalur sepeda. Beberapa sepeda melintas melewatiku. Aku jarang menemukan mobil lewat di jalan ini. Di jalan besar pun tidak terlalu ramai. Orang-orang menyebrang setelah lampu untuk pejalan kaki berubah menjadi hijau, beramai-ramai kami melintasi zebra-cross. Ada segerombol anak-anak kecil -mengenakan topi kuning dan seorang ibu-ibu yang mengawal mereka menyebrang. Anak SD kah? Mirip kayak di Chibi Maruko-Chan. Hehe..

Aku kembali ke Minami Kusatsu Station. Mengisi ulang IC Card dengan 1000 ¥ lalu turun ke platform Kyoto Station. Hari itu kereta lebih penuh dari kemarin, aku berdiri di pojokan seperti biasa sambil memandang keluar jendela. Empat stasiun pemberhentian berlalu dan aku tiba di Kyoto Station. Dari Kyoto Station aku akan langsung menuju Fushimi Inari. Ke Fushimi Inari caranya, dari Minami Kusatsu Station, turun di Kyoto Station. Dari Kyoto Station cari aja line yang menuju Inari Station. Nanti tinggal naik kereta yang warnanya hijau tua.

Perjalanan dari Kyoto Station ke Inari Station hanya melewati 1 stasiun, jadi tergolong dekat jaraknya. Sesampai di Inari Station, jalanan langsung padaat banget. Mobil-mobil yang di jalan harus sabar menunggu orang-orang menyebrang. Btw, begitu keluar dari Inari Station, di depan jalan itu sudah Fushimi Inari.

IMG_0480
Stasiun Inari

IMG_0483
Yap.. anda sudah sampai di Fushimi Inari!

Tempat ini bener-bener ramai. Karena sebagai salah satu tempat beribadah, situs wisata Trip Advisor menyatakan Fushimi Inari Taisha sebagai “Best of 2014 ranking of popular sightseeing spots in Japan for tourists from overseas”. Kuil ini didirikan tahun 794. Gerbang ini bisa ditemukan sepanjang 233 meter di Bukit Inari. Di kaki bukit, gerbang yang paling besar disebut Romon, disumbang oleh Toyotomi Hideyoshi -salah satu pemimpin di Jepang pada tahun 1589.

Disana kondisinya padat banget. Banyak turis karena memang selain tempatnya terkenal saat itu juga sedang mendekati puncaknya sakura mekar, orang Jepan pun kesana untuk beribadah karena Fushimi Inari merupakan kuil yang dipersembahkan untuk dewa Inari –  dewa pelindung beras yang dihubungkan dengan kekayaan. Jadi biasanya orang-orang yang beribadah disini memohon untuk kelancaran rezekinya.

Dari gerbang tadi, aku jalan lurus menuju kuil besar yang ada di tengah. Katanya itu kuil utama, Go-Honden Shrine. Disana sedang dilaksanakan ritual doa gitu, tapi karena gak boleh ngambil gambar jadi gak ada fotonya deh.

IMG_0516
Go-Honden Shrine.

Disebelah kanan, dekat kuil ada tempat buat cuci tangan.

IMG_0491

Dan disebelah kiri ada deretan tempat jajan! Culinary~ it’s time to culinary~

IMG_0498
Tourism.Pray.Eat Hehe

Disana ada banyak makanan yang dijual. Tapi ada beberapa yang namanya aku gak tau. Yang aku tau ya ada okonomiyaki, mi goreng, es krim green tea, roti bentuk ikan, dango, beef steak, jus jeruk, dan lain-lain.

IMG_0500
Proses pembuatan taiyaki (roti ikan). Jadi lapisan pertama di panggang, setelah itu di lapisan kedua di isi kacang merah/cream, baru setelah itu kedua sisi roti di rekatkan jadi satu.

IMG_0504
Akhirnya kesampaian juga makan Taiyaki. Rasanya kayak waffle isi kacang merah. Harganya 500 ¥ (mungkin karena beli di tempat wisata harganya jadi mahal). Oishii~

IMG_0507
Yang ini mi goreng. Gak tau apa nama jepangnya – tapi itu pasti mie. Mienya setumpuk gunung gede gitu -mana kuat ane makan sebanyak itu. Wkwk.. btw, harganya 500 ¥

IMG_0510
This is it! Favoritku~ enggak di Indonesia, enggak di Jepang, kalo nyari cemilan tujuan utamaku pasti Okonomiyaki! Rasanya beda jauh ama yang aku pernah makan di Indonesia. Menurutku sih yang ini lebih enak. Hehe.. Harganya 500 ¥

IMG_0513
Seret habis makan okonomiyaki, aku beli jus jeruk. Bentuknya unik, btw. Jadi jusnya diblender di dalem kulit jeruknya. Wkwk.. Tapi harganya mahal beud.. 500 ¥

Buat yang Muslim, hati-hati ya kalau beli makanan. Kalau beli yang ada dagingnya, tanya aja dulu itu daging apa. Sebenernya kalau bicara soal cari makanan halal di Jepang itu gampang-gampang susah. Hehe.. Kalau kita udah tau keyword nya, ya gampang nyarinya. Tapi kalau gak tau apa-apa, kan jadi parnoan, mau makan ini –takut ada babi, mau makan itu –takut ada alkohol. Tapi sebenernya banyak juga yang halal, onigiri (kebanyakan isi ikan), sushi, takoyaki, dan lain-lain. Kalo mau aman-aman banget ya cari yang lauknya sayur/ikan/telor. Hehe..

Puas ngicip beberapa makanan (sadar kalo uang mulai menipis ._.) aku langsung menuju ke jejeran toko yang menjual souvenir. Disana banyak banget aneka souvenir, mulai dari yang sangat murah sampai sangat muahaal. Ada juga yang menjual makanan khas disana (kemasannya menarik, tapi aku gak tau namanya apa ._.)

IMG_0495
Aneka souvenir

Di samping deretan toko souvenir, ada rak besar berisi banyak torii gate yang digantung. Banyak orang-orang yang menuliskan doanya dibelakang replika tori gate, lalu menggantungnya di rak. Doanya ada banyak, kita tinggal memilih mau doa apa, tulis nama, permohonan di baliknya dalam tulisan kanji lalu digantungin deh. Harga replika tori gate nya 500 ¥. Aku juga beli sih satu, tapi gak kutulisin apa-apa, mau kujadiin hiasan di kamar aja. Hehe..

IMG_0522
Tori gate mini berisi tulisan doa-doa.

IMG_0524
Pengunjung yang lagi nulis doa di balik tori gate.

IMG_0527
Kuil buat berdoa.

Di dekat situ juga ada bambu buat meramal. Jadi ada kotak dari bambu yang berisi banyak ramalan, kita bayar 300 ¥ buat sekali meramal. Setelah itu kita kocok kotak bambunya dan nanti keluar satu kertas berisi ramalan buat kita.

IMG_0526
Kocok wadah bambunya daaan.. nanti keluar kertas ramalannya. 🙂

IMG_0517
Papan interpretasi.

Oke, sekarang kita mulai perjalanan yang sesungguhnya. Jadi, Fushimi Inari itu dikatakan unik karena disana terdapat ratusan torii gate yang dibangun sepanjang trek pendakian gunung Inari. Jadi sebenarnya, ratusan torii gate itu merupakan hasil sumbangan dari para donatur. Harga sumbangan yang paling murah 400.000 ¥ dan yang termahal di atas 1.000.000 ¥ Di balik torii gate itu nanti ada tulisan nama donaturnya.

IMG_0528
Gerbang pembuka sebelum memulai pendakian.

IMG_0530
Salah satu kuil di Fushimi Inari

IMG_0535
Kalo yang ini, didalamnya ada patung kuda.

IMG_0541
Jadi disini ada dua jalur yang dikelilingi torii gate. Kalo mau memulai pendakian lewat jalur kanan, kiri itu buat arus balik.

IMG_0544
Inilah suasana ketika berjalan di dalam terowongan torii gate. Warna merah-oranye nya bener-bener cerah dan mencolok.

IMG_0564
Ini merupakan salah satu kuil untuk berdoa. Selain itu, disini juga kita bisa menuliskan doa/harapan di atas ornamen kayu berbentuk wajah rubah. Harga ornamennya 500 ¥.

IMG_0554
Satu rak berisi gantungan ornamen-ornamen wajah rubah. Kalau dibalik, ada tulisan yang berisi nama dan doa-doa para pengunjung kuil ini.

IMG_0561
haha.. ayo tebaak.. punyaku yang mana? Wkwk..

IMG_0573
Barisan torii gate dari samping

IMG_0592
(again) salah satu kuil di Fushimi Inari

IMG_0605
Nanti setelah dari kuil yang ada ornamen kepala rubah, ada dua jalan. Yang jalan pertama melanjutkan pendakian bukit Inari, yang satunya menuju taman ini. Ditaman ini sebenarnya banyak pohon sakura tapi belum pada bermekaran.

IMG_0619
Torii gate yang ukuran besar.

IMG_0635
Di belakang torii gate ini ada tulisan nama donaturnya.

IMG_0638
Tidak perlu mengeluarkan uang sampai 400.000 yen kalau mau menyumbang torii gate. Menyumbang 1000 yen juga bisa, lalu kita akan mendapatkan tori gate seperti di atas dan kita letakkan di altar seperti itu.

IMG_0643
Altar persembahan.

IMG_0678
Perjalanan menuju puncak bukit Inari. Gak di Indonesia, gak di Jepang, nasib gue emang naik gunung mulu. -_-

IMG_0680
Banyak tempat peristirahatan. Seperti ini salah satunya. Disana ada kedai yang menjual makanan/minuman juga ada vending mechine buat beli minum.

IMG_0693
One step closer menuju viewpoint Bukit Inari

IMG_0685
View dari bukit Inari. Hutannya sejuuk banget. ^_^

IMG_0656
Nah, dari viewpoint tadi, kalo lanjut naik tangga, nanti sampai didanau ini. Disini banyak altar persembahan dan kuil.

IMG_0768
Jalur pendakian makin tajam pemirsaaah.

Napas mulai ngos-ngosan disini. Jalur pun semakin sepi. Aku melirik jam dan saat itu sudah menunjukkan pukul 13.00 lewat. Aku harus segera kembali ke Kyoto Station sebelum jam 15.00. Tapi karena penasaraaan banget sama puncak, aku pun memutuskan untuk tetap lanjut. Keluar dari jalur pendakian tadi, akhirnya ada lapangan cukup luas dan ada tempat peristirahatan disana. Lalu di sana nanti ada tangga pendakian lagi, ke kanan dan ke kiri. Aku iseng nyoba yang kekanan.

IMG_0716
Ini kuil yang ada di jalur sebelah kiri. Jadi kalau mau ke puncak pilih jalur pendakian yang ke kiri, kalau ke kanan akan ketemu kuil seperti ini.

IMG_0777
Disana banyak kucing lho..  (Neko-chan nyaa~)

Karena di sebelah kiri hanya ada kuil dan altar persemabahan, akhirnya aku kembali ke tempat semula dan mendaki lewat jalur yang kanan. Ternyata itu jalur yang menuju ke puncak. Aku terus mendaki, sedikit-sedikit berhenti karena menemukan pemandangan menarik. Lalu lanjut mendaki lagi. Dan di tempat peristirahatan yang kesekian, ketika aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 14.00 lebih -aku memutuskan untuk treck back alias balik ke Inari Station. Hiks.. gak nyampe puncak. 😥 Tapi daripada telat conference -kan tujuan utamaku kesini buat Konferensi, bukan jalan-jalan. Huhu…

Akhirnya, aku turun kembali. Diperjalanan turun aku ketemu rombongan turis dari Indonesia yang tadi sempat berpapasan disalah satu kuil. Setelah bertegur sapa sebentar, aku pamit ke mereka karena harus segera ke tempat konferensi. Bener juga ya, di Jepang mungkin tidk sulit menemukan orang Indonesia -terutama di kota-kota besar yang banyak memiliki tempat wisata.

IMG_0780
Perjalanan kembali. Hiks hiks..

IMG_0788
Ini sudah keluar dari deretan torii gate. Tinggal ikuti jalannya saja. Oh ya, disini di sisi kanan kiri jalannya banyak terdapat kuil dan toko souvenir.

IMG_0811
Beautiful scene at Fushimi Inari.

Kalau kalian perhatikan, di Fushimi Inari banyak terdapat patung rubah, begitu pun dengan souvenirnya -seakan rubah menjadi simbol dari tempat wisata ini, begitu banyak kita bisa menemukan simbol-simbol berupada rubah. Karena menurut kepercayaan mereka, rubah merupakan pesuruh dewa Inari yang sakral. Sehingga kebedaraan sosok rubah sendiri memiliki nilai yang penting bagi tempat ini.

IMG_0827

IMG_0829

IMG_0833

Sepanjang perjalanan, ada banyak kuil yang aku temui, namun tidak banyak yang bisa kufoto. Karena mungkin faktor terburu-buru juga, jadi tidak semua obyek sempat kufoto. Sebelum menyebrang ke Inari Station, aku menyempatkan diri untuk beli jajanan sedikit. Hehe.. (gak kenyang-kenyang ni anak.. -_-)

IMG_0835
Kurang tau apa namanya, tapi ini enak juga. Jadi kayak taiyaki, cuma dia gak ada isinya. Sebaliknya, mulut ikan ini terbuka lebar dan kemudian diisi cream. Harganya 500 ¥.
Kok.. ketemu makanan jadi boros gini ya? -_-

Oke, jadi itulah perjalananku hari ini di Fushimi Inari. Sekarang aku mau konferensi dulu. Semoga tidak terlambat.

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 20, 2016 in International, IPB, Jalan-Jalan, Uncategorized

 

2 responses to “Journey In Kyoto : #4 Fushimi Inari

  1. Helen

    April 23, 2016 at 1:57 pm

    I feel in Japan when I read your story, Mbak ^_^

     
    • Rin Lawliet

      April 25, 2016 at 1:59 pm

      Really? 😀
      But, it’s still different when you see the picture or looking directly from your eyes..

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: