RSS

Journey In Kyoto #6 : Arashiyama – Togetsukyo Bridge

09 Mei

COVER

30 Maret 2016.

Hari ini rencananya aku mau ke Arashiyama dan Higashiyama. Arashiyama –yang terkenal dengan Bamboo forest-nya dan Higashiyama dengan Ninen-Zaka dan Sannen-Zaka.

Waktu berjalan dengan cepat. Rasanya baru kemarin sampai di Kansai International Airport malem-malem, dan sekarang sudah hari keempat aku berada di Kyoto. Di Kyoto Station, platform kereta ramai dipenuhi manusia. Barisan-barisan panjang berdiri rapi di depan garis kuning. Tangga sesak dipenuhi orang yang naik dan turun. Angin yang berhembus masih terasa dingin. Aku bercampur dengan hiruk-pikuk aktivitas manusia disana. Namun entah karena kondisi yang terlalu ramai atau memang karena aku berbakat tersesat -_- ternyata aku salah keluar pintu stasiun. Yang seharusnya aku keluar di Central Gate, ini malah keluar di pintu keluar bagian lain.

Begitu aku sampai di luar, sepi. Kondisi tidak seramai Central Gate dan disana ada tangga menuju ke atas (yang kukira jalan pintas) -_- Aku menaiki tangga itu dan tau-tau sampai di hall luas dan di tengahnya terdapat deretan anak tangga yang banyak banget. Ditengah anak tangga tersebut ada eskalator tinggi banget. Ternyata tangga itu jalan menuju sightseeing Kyoto Station yang letaknya berada di lantai teratas stasiun ini. Penasaran dengan pemandangan apa yang akan disuguhkan, aku pun naik ke atas sana.

IMG_0922
Jumlah anak tangga yang luar biasa.. O.O”

Ternyata di atas Kyoto Station ada taman! Pinggir atap dibatasi oleh kaca bening sehingga kita bisa melihat pemandangan kota Kyoto yang rapi dengan rel-rel rumit tersebar ke berbagai arah.

IMG_0927
Beautiful garden on the roof. Karena cuaca agak mendung, duduk-duduk disini nyamaan banget. Tapi emang dingin sih. Hehe..

IMG_0937
Pemandangan kota Kyoto dari atas Kyoto Station

Tidak ingin sampai di Arashiyama terlalu siang, aku pun segera turun kembali.

IMG_0939
Yak, bisa dilihat desain arsitektur stasiun ini bener-bener memperhatikan artistik seni.

IMG_0947
Di poin tertentu, bisa ditemukan pemandangan Kyoto Sky Tower yang berdiri dengan gagahnya~ 😀

IMG_0955
Suasana Kyoto Station : jam sibuk

IMG_0919
Langit-langit stasiun terlihat artistik dan memiliki desain yang khas. Pantes kalau Kyoto Station dijadikan salah satu objek wisata di sini.

Di bawah aku mencari platform kereta yang menuju Arashiyama. Jadi aku naik kereta JR Sanin Main Line lalu nanti tinggal turun di Stasiun Arashiyama. Perjalanan sekitar 20 menit.

Sebenar kita bisa saja naik bus kalau mau ke Arashiyama, apalagi menggunakan one-day-pass-ticket pasti lebih murah untuk urusan transportasi. Tapi bagi aku sendiri, naik bus itu lebih rumit dibandingkan kereta. Kemarin saja aku sampai tersesat dua kali menaiki bis, dan akhirnya kembali ke rute awal naik kereta. Sama aja aku keluar ongkos 2x. Jadi buat kalian para turis/traveller, pastikan menguasai rute bis sebelum memutuskan untuk naik bis.

Akhirnya aku sampai di stasiun Arashiyama. Begitu keluar dari stasiun aku langsung merasakan angin pedesaan yang sejuk. Udaranya terasa lebih segar dan bersih. Aku dapat merasakan aroma khas daerah pegunungan yang biasanya kurasakan ketika berada di pedesaan di dekat gunung.

IMG_0960
Stasiun Arashiyama

IMG_0966
Minim gedung-gedung tinggi, benar-benar lepas dari kawasan perkotaan yang padat. Walau pun ramai oleh pendatang, tapi kondisi kota ini masih tetap asri dan sejuk.

IMG_0964
Yang berbakat tersesat, don’t worry -ada map yang dipajang di depan stasiun kok. Tapi berhubung aku pun tak pandai membaca peta… jadi.. O.O

Arashiyama sangat ramai. Baik penduduk lokal mau pun mancanegara. Beberapa kali aku berpapasan dengan turis yang hendak check in ke hotel atau sekedar foto-foto dibawah pohon sakura.

IMG_0969
Ini adalah halaman salah satu hotel yang dekat dengan stasiun Arashiyama. Full with pinky blossom.

IMG_0972
So beautiful…

Aku pun berkeliling sebentar di sekitar stasiun, sementara umumnya, para pelancong akan langsung berjalan menuju Togetsukyo bridge.

IMG_0986
Disamping hotel, ada jalan kecil dan kalau ditelusuri nanti akan ketemu jejeran pohon sakura seperti ini.

IMG_0993
Belum bermekaran dengan sempurna, namun kecantikkannya sudah terasa. Subhanallah.. 😀

IMG_0996
They’re look fragile, but keep stand against winter for blooming..

IMG_0999
Bunga yang sudah gugur.

IMG_1004
Waktu jalan disini, ada angin yang berhembus dan menerbangkan beberapa kelopak bunga. Rasanya seperti berada di anime-anime, bedanya, kitalah tokoh yang sedang berdiri di bawah pohon sakura, sambil tersenyum, memandang ke depan -dimana orang yang kita sayangi berjalan memunggungi kita, dan ketika ia berbalik ada kereta yang lewat dan menghalangi pandangan mereka berdua (fiksi belaka). Wkwkwk.. maaf-penulis kebanyakan nonton anime.

IMG_1012
There’s a bird. Tapi aku tak tau jenis apa. Selama 10 menit pengamatan, aku lihat burung itu mematuk-matuk bunga, melompat dari satu dahan ke dahan lagi dan.. dia sendiri. Sendiri seperti saiia.
(Maaf, akhir-akhir ini penulis sensitif dengan kata “sendiri”) 0_0

Setelah puas berkeliling di sekitar stasiun, aku baru menuju Togetsukyo bridge.

IMG_1022
Otw Togetsukyo bridge.

Udara dingin menyapa, angin yang tidak terlalu kencang berhembus, menerbangkan kelopak-kelopak bunga sakura. Orang-orang berjalan di sisi kanan jalan, berpapasan -ada yang sendirian, berpasangan, rombongan. Di jalan raya pengendara sepeda berlalu lalang.

Sebelum mencapai jembatan, di samping jalanan tersebut terdapat hamparan lahan dengan pohon-pohon sakura yang bermekaran.

IMG_1024
Kayak gini niih~

IMG_1036
Ada orang-orang yang piknik juga dibawahnya. Is it call hanami?

IMG_1030
Alhamdulillah.. aku bersyukur banget bisa ke Arashiyama pas mereka mulai bermekaran. 🙂

IMG_1028
Sedikit demi sedikit turis-turis dan penduduk lokal mulai meramai tempat ini. Beberapa menggelar tikar, memarkirkan sepedanya, mengambil foto di bawah pohon sakura, dan lain-lain.

IMG_1044
White cherry blossom

IMG_1027
Ketika angin berhembus, kelopak-kelopak merah muda beguguran, suara ranting yang bergesekan tertutup oleh keramaian yang ada dibawah pohon-pohon tersebut.

IMG_1054
Disamping taman, ada jalan beraspal kecil. Ada yang lewat sambil berjalan kaki atau pun naik sepeda.

IMG_1063
See? Jalan tidak ramai, hanya sepeda yang berlalu lalang. Disamping pagar besi ada selokan namun airnya jernih luar biasa.

IMG_1079
Warga lokal yang menaiki sepeda.

IMG_1080
Unpredictable moment.. Gak sengaja kefoto sebenernya.. hehe.. tapi asyik kan? Menikmati bento dengan latar pohon-pohon sakura dan pegunungan.

IMG_1083
Suasana makin ramai dan kali ini kameraku tidak sengaja menangkap sekelompok anak kecil yang sedang bermain -semacam petak-umpet kalo di Indonesia. Hehe.. Dan seketika aku teringat Anohana.. huhuuhu.. (baper maksimal)

Kimi to natsu no owari 
Shourai no yume ooki na kibou wasurenai
Juunen-go no hachigatsu 
Mata deaeru no wo shinjite

Saikou no omoide wo…

"Secret Base" - OST Anohana

IMG_1087
Ini jembatan kecil sebelum melewati Togetsukyo Bridge.

IMG_1057
Beberapa orang ada yang turun ke bawah sampai berjalan dekat bawah jembatan untuk mengambil foto.

Sungainya jerniiih banget. Untuk orang kayak aku, melihat air jenih mungkin tidak asing karena aku sering pergi ke gunung-gunung yang mata airnya masih jernih. Namun di tengah keramaian penduduk seperti ini, aku belum pernah melihat air sungainya masih tetap jernih.

IMG_1073
Sepasang bebek yang berenang melawan arus. So cute~

IMG_1089
Hup..! Turun kebawah~

IMG_1098
Bapak ini luar biasa sekali. Ia memunguti sampah-sampah yang tersangkut di antara bebatuan.

IMG_1099
See? Tidak ada kresek putih berisi aneka sampah, sepatu, kursi, atau pun kasur yang hanyut disini. :’)

IMG_1101
Air yang mengalir deras dengan latar belakang sungai yang tenang, diapit oleh rumah-rumah tradisional dan terdapat gambar pegunungan hijau di belakangnya. Andaikan musim gugur, pasti warnanya sudah berpadu dengan daun-daun yang berubah menjadi merah.

IMG_1102
Jujur saja, buat orang seperti saiia, melihat air seperti ini -selain di gunung- adalah sesuatu yang langka. 🙂

IMG_1124
Nyoba-nyoba teknik yang menghasilkan silky water effect.

IMG_1127
Rumah-rumah tradisional yang berdiri di pinggir sungai. Namun aku tidak melihat adanya tanda-tanda WC liar disana. Em.. WC liar itu maksudnya itu lho.. kamar mandi yang dibuat ala kadarnya di pinggir sungai, dan semua air hasil pencucian dan limbah di buang langsung ke sungai. Kalau aku sih sering nemu gituan di pinggir sungai perumahan warga. Dan.. entah kenapa rasanya terharu banget ngeliat tempat kayak gini. Huhuhu..

IMG_1135
Oke, waktunya menyebrang

IMG_1138
Pemandangan dari atas jembatan.

Rasanya begitu bahagia berada disini. Bukan karena aku berada di Jepang, tapi karena aku melihat keberhasilan dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kemajuan pemanfaatan sumberdaya alam disini.

Wisata alam yang terjaga kelestariannya, turis paham menjaga lingkungan, penduduk yang jujur dan ramah serta taat pada aturan menjaga lingkungan. Entah kapan, sungai yang mengalir di belakang kampusku bisa sejernih ini. Entah kapan, kami berhasil membuat orang-orang kagum melihat air jernih seperti ini.

Mungkin agak sedikit berlebihan, tapi coba bandingkan saja. Hehe..

IMG_1136
Togetuskyo Bridge

IMG_1145
It’s like a painting. Manajemen lingkungan yang baik, serta penjagaan kultural yang kental telah menghasilkan keindahan yang serasi seperti ini. 🙂

IMG_1144
orang-orang ramai menyebrangi jembatan menuju Togetsukyo Bridge.

Sebelum menyebrang jembatan, disana ada taman yang cukup luas. Banyak kios-kios yang menjual makanan ringan-berat, mulai dari okonomiyaki, mi goreng, es serut, es krim, aneka jajanan untuk di bawa pulang, dan lain-lain.

IMG_1151
Banyak kios-kios yang menjual makanan.

IMG_1153
Ini tamannya.

IMG_1159
Okonomiyaki~

IMG_1161
Disini aku sempat bertemu dengan turis dari Indonesia. Mereka satu rombongan dan ramee banget. Dan seperti biasa, ketika ketemu turis dari Indonesia, mereka akan menanyakan hal yang sama ketika melihatku, “Sendirian aja?”
Dan kalo udah ditanya gitu aku cuma ngejawab “iya” sambil tersenyum.

IMG_1199
Yap, jangan khawatir, ada denahnya juga kok.. hehe

IMG_1196
Ini jepretan hasil minta tolong dari turis Indonesia.

Di seberang taman, ada jejeran pohon sakura yang dibawahnya terdapat deretan bangku taman. Disana duduk orang tua, anak-anak, keluarga. Disekitar kaki mereka mendarat beberapa burung merpati.

IMG_1165
Lantainya luas, dialasi oleh semen kasar dan banyak burung merpati disana.

IMG_1167
Bangku-bangku taman yang didirikan menghadap langsung ke sungai Katsura.

IMG_1174
Dari kejauhan terlihat Togetsukyo Bridge yang ramai.

IMG_1179
Angin yang cukup kencang sering berhembus, sehingga efeknya, aku kedinginan (belom beradaptasi dengan suhu di Jepang) ~_~
Btw, itu landmarknya bagus banget. Beneran kayak di pedesaan zaman dulu. Andaikan tidak ada mobil-mobil yang berlalu lalang di jalannya hehe.. Pegunungan, jembatan besar, rumah-rumah yang masih di desain tradisional. Benar-benar sesuatu yang epic.

IMG_1181
Tidak sedikit orang-orang yang duduk di pinggiran. Menikmati udara yang berhembus, burung-burung merpati yang terbang dan mendarat, mendesak meminta remah-remah roti/beras dari pengunjung.

IMG_1188
Mereka tidak terlalu terganggu dengan kehadiran manusia di dekat mereka.

IMG_1200
Yosh.. kita mulai mengeksplore~

IMG_1218
Pohon-pohon sakura lebih banyak yang bermekaran disini, sehingga tidak heran para pengunjung langsung mengarahkan kamera mereka kesana.

IMG_1222
Walau dingin, tapi tidak menurunkan semangat para pengunjung ke tempat ini.

IMG_1223
Yeay~ Green tea ice cream~ Rasanya… oishiii~ ^_^

IMG_1232
Andaikan pohon-pohon sakura di sepanjang sungai ini sudah bermekaran, pasti kereen banget. Yang gini aja udah keren.

IMG_1265
Disini bisa nyewa perahu juga lho. Cuma aku lupa tarifnya berapa, intinya menguras kantong mahasiswa jenis saiia. Tapi, kapan lagi coba naik perahu dengan background pohon-pohon sakura dan gunung seperti di atas. Wkwk..

IMG_1263
Pohon sakura yang besar~

IMG_1259
Yap.. papan interpretasi (yang tidak kebaca oleh saiia) -_-

IMG_1251
Disana juga banyakk lho pengunjung yang memakai pakaian tradisional, seperti kimono.

IMG_1241
Salah seorang penduduk lokal yang sedang berfoto bersama sakura disana. ^_^

IMG_1244
Togetsukyo Bridge. Jembatan yang ada sejak 400 tahun lalu, terlihat seperti terbuat dari kayu, namun sebenarnya itu berbahan dasar besi. Selain itu, jembatan ini sejak jaman Heian memang menjadi destinasi populer para bangsawan bila ingin berjalan-jalan di daerah pegunungan.

IMG_1246
Jembatan ini sangat ramai. Terutama ketika musim semi dan gugur. Mulai dari kendaraan, pejalan kaki, pengendara sepeda, sampai jinrikisha.

IMG_1248
Apa itu jinrikisha? Jadi, inilah yang disebut dengan jinrikisha.

Jinrikisha, adalah becaknya Jepang. Becak ini ditarik oleh orang lho, dan tarifnya lumayan juga. Hehe.. Soalnya, tenaga manusia di Jepang itu dihargai, jadi wajar kalo tarif “becak”nya Jepang ini lumayan menguras. Kemarin sih saya tanya tarifnya 4000 yen. FYI, jinrikisha ini nenek moyangnya becak di Indonesia lho.. Diperkirakan pada awal abad 20, pedagang Cina membawa Jinrikisha ke Indonesia dan di tahun 1940-an dipakai sebagai kendaraan umum dengan nama “Betjak”. Saat ini jinrikisha hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu di Jepang, seperti di Kyoto atau  Asakusa.

IMG_1271
Aktifitas di atas jembatan.

IMG_1282
Sightseeing dari atas jembatan. Sungai yang mengalir deras dengan pegunungan yang membentang luas di belakangnya.

IMG_1283
Kalau di geser ke kanan sedikit viewnya, disana ada ada jalan raya yang ramai, dengan orang-orang yang menggunakan kimono serta rumah-rumah yang terlihat masih tradisional.

IMG_1285
Setelah menyebrang, sampailah kita di kota. Sampai sini, jalanan sangat ramai dipadati oleh manusia. Sepanjang jalan terdapat toko-tok aksesoris, restoran, dan menjual aneka makanan manis.

IMG_1286
Jalanan sangat ramai. Kalau bawa kendaraan disini pasti mesti kudu sabar. Hehe.. Karena memang berdasarkan cerita dan pengalaman, pengendara di Jepang itu selalu mendahulukan pejalan kaki.

IMG_1293
Pohon-pohon sakura menghiasi pinggir jalan.

IMG_1287
Nah, itu bis dari Kyoto Station yang berhenti di Arashiyama.

Setelah puas berkeliling di Togetsukyo Bridge, sekarang aku ingin mengunjungi Bamboo Forest nya Arashiyama yang terkenal itu. Selain unik, tempat itu juga sering dipakai untuk foto pre-wedding. Jadi, dari Togetsukyo Bridge, nanti kan ada pertigaan tuh, jalan aja luruuus sampe ketemu papan petunjuknya.

IMG_1296
Di sepanjang jalan raya itulah, aku tidak sengaja menemukan ini. Tenryu-Ji Zen Temple. Salah satu World Heritage di Arashiyama. Waaaaa.. XD

To the south of the temple the Katsura River emerges from the rugged Hozu Gorge and is spanned by picturesque Togetsu-kyo (Rising Moon Bridge). On the hills just west of the temple one finds Kameyama Park. In times past all of these places were located on Tenryu-ji’s precincts. The Arashiyama area’s historical connections with Zen are deep. In the ninth century Empress Tachibana no Kachiko (786-850) founded the temple Danrin-ji, Japan’s first Zen temple, on the present site of Tenryu-ji. After the temple fell into disrepair the site was used by the emperors Go-Saga (1220-1272) and Kameyama (1249-1305) as a detached palace. Emperor Go-Daigo (1288-1339) also resided here.

Sumber : http://www.tenryuji.com/en/about/index.html

Dan setelah itu di sebelahnya aku menemukan bangunan seperti ini.

IMG_1306

IMG_1305

IMG_1304

IMG_1300

 

 

IMG_1316

IMG_1311

IMG_1307

Bangunan di atas sangat luas, dan karena memang waktu yang terbatas aku tidak sempat mengitarinya lebih jauh. Sehingga hanya mendapatkan beberapa foto yang kurang maksimal. Hehe..
Karena tidak ingin banyak membuang waktu lagi, aku pun segera bergegas menuju Bamboo Forest.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2016 in International, Jalan-Jalan, Jepang

 

One response to “Journey In Kyoto #6 : Arashiyama – Togetsukyo Bridge

  1. Monica

    Agustus 5, 2017 at 5:48 pm

    I got this web page from my buddy who shared with me on the topic
    of this site and at the moment this time I am browsing this site and reading very informative content
    at this time.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: