RSS

Journey In Kyoto #8 : Higashiyama

27 Jun

IMG_1896

Akibat buta membaca rute peta bisa, daripada ujung-ujungnya nyasar -akhirnya aku lebih milih naik kereta dari Arashiyama balik ke Kyoto Station. Dari sana aku pindah naik bis terus turun di Kiyomizumichi. Nah, dari sini udah masuk area Higashiyama dan tinggal jalan-jalan aja. Untuk memudahkan rute supaya enggak muter-muter pas jalan kaki, nih, aku lampirin peta perjalanannya.

3959_map_02

IMG_1762
Dari jalan besar, masuk ke gang kecil dulu, nanti abis melewati rumah-rumah ini baru sampe di kawasan Yasaka Pagoda.

Aku jalan memasuki gang kecil yang menanjak, dan dari sana terlihatlah bagungan Yasaka Pagoda yang kokoh. Disekeliling Yasaka pagoda banyak terdapat kafe/restoran/toko baju juga kalau mau menyewa dan didandani dengan kimono bisa.

IMG_1766
Yasaka Pagoda

IMG_1774
Yap, disini banyak banget yang jalan-jalan pakai kimono.. ^_^

IMG_1778
Banyak ornamen-ornamen unik yang dipajang di sepanjang dinding bangunan. Not for vandalism!

Memutar dari Yasaka Pagoda, nanti ada jalan lurus aja dan agak mendaki.waktu itu sudah menunjukkan pukul lima sore, langit berwarna kelabu dan hawa semakin dingin, namun tidak mengurangi kepadatan jalanan di Higashiyama. Orang-orang berjalan sampai atas, memfoto pemandangan Yasaka Pagoda dari jauh.

IMG_1796
View dari sini paling banyak diminati, di belakang gue rame banget fotografer yang lagi mengabadikan moment.

IMG_1797
Yasaka Pagoda yang terlihat di antara bangunan-bangunan khas Jepang. Andaikan gak ramai turis, pasti rasanya udah kayak dibawa mesin waktu Doraemon back to 1800’s.

Setelah puas mengambil foto Yasaka Pagoda, aku pun lanjut ke atas lagi. Nah, di atas itu nanti ada perempatan dan di dekatnya terdapat taman yang bagus buat foto-foto. Terutama foto pre wedding. Soalnya pas sampe disana, aku ketemu yang lagi ngambil foto pra wedding.

IMG_1809Sweet garden for walking..

Abis dari taman, selanjutnya aku menuju dua jalan paling legendaris kalau ke Higashiyama -bisa dikatakan wajib melewati dua jalan ini : Sannenzaka dan Ninenzaka. ^_^

IMG_1819
Sannenzaka. Very crowded..

Sannenzaka itu sebenernya jalanan berupa tangga menuju ke bawah (Ninenzaka). Nah, pas turun dari tangga itulah moment yang greget banget buat dapet feel suasana jaman dahulunya Kyoto. Bayangkan, senja di langit, suhu udara yang rendah, keramaian warga Jepang yang mengenakan kimono berlalu lalang, toko-toko dan kafe yang menjual makanan minuman manis Jepang, sebenarnya terasa seperti kembali ke zaman dahulu.

Apalagi kalau kita bisa dapat foto yang pas banget momentnya dari atas tangga. 🙂

IMG_1838
Aku rasanya kayak berada di dunia yang berbeda.. 😀

IMG_1843
Yap, sesampai di bawah, bakal ada papan petunjuk arah seperti ini…

IMG_1856
This is it.. Ninenzaka.. (Gue berdiri 15 menit lebih cuma buat nunggu jalan ini agak sepian)

Sama seperti Sannenzaka, di sepanjang jalan Ninenzaka kita bisa merasakan kentalnya aura Jepang di zaman dahulu -bahkan ketika waktu itu ramai turis, tapi entah kenapa feel nya kuat banget. Rumah-rumah traditionalnya, orang-orang yang memakai kimono, lampu yang temaram, matahari yang mulai tenggelam.

So romantic..

IMG_1861
Ramai.. ramai..

IMG_1872
Jalanan mulai sepi karena hari sudah cukup gelap..

Sampai di ujung Ninenzaka, bukan berarti perjalanan sudah berakhir. Masih ada satu tempat yang harus dikunjungi ketika malam hari. Yap, Gion~ yeeei.. tapi aku gak berencana ke sana sih. Hehe.. memang, aku juga penasaran sama Geisha yang konon katanya only can be found if you lucky on Gion Street , tapi kayaknya aku lebih pengen ke Maruyama Park.

IMG_1883
Abis nyebrang, nanti ketemu jalan besar ini. Entar jalan lurus aja.

IMG_1895
Pemandangan disini bagus banget. Unsur romantic nya kuat banget. Jalanan yang tidak terlalu ramai, jejeran pohon sakura yang terkena sinar kuning temaram dari lampu-lampu di pinggir jalan.

IMG_1916
Subhanallah.. terima kasih atas nikmat yang Kau beri sampai aku bisa berada disini dan menikmati suasana yang menenangkan hati seperti ini.

IMG_1929
Getting dark and lonely..

Semakin jauh aku berjalan, suasana semakin gelap, penerangan semakin sedikit dan orang-orang mulai menghilang satu per satu. But, I keep walk on path. Yakin dengan insting.. percayalah di ujung sana ada Maruyama Park..

Dan setelah berjalan hampir 30 menit, langit benar-benar sudah gelap total. Dari kejauhan aku melihat pohon sakura besar yang bersinar terang -mencolok banget. Di sekelilingnya banyak terdapat tenda-tenda yang ramai menjual makanan.

IMG_1956
Tenda-tenda yang menjual makanan dan minuman

IMG_1967
Waktu aku datang, masih sepi..

IMG_1940
Ringo no ame.. ^_^

Lelah dan lapar karena petualangan seharian ini, aku pun membeli beberapa jajanan seperti permen apel, cumi bakar gede banget (gue kira dipotong kecil-kecil, eh dikasih utuh gede ditusuk pake besi terus dibakar), sama takoyaki. Hufh.. kalo jajan aja, rasanya gak capek nyicip-nyicip hahaha..

IMG_1941
Tidak jauh dari deretan penjual makanan, di sana kayak ada lesehan gitu. Dan rame bangeeet.

IMG_1955
Di dekat pohon sakura besar yang menjadi pusat Maruyama Park, ada pertunjukkan menarik dari bapak ini. Beliau meniup seruling bambu dan musik yang dihasilin bener-bener bagus dan bernuansa mistis. Keren pokoknya. Banyak pengunjung yang menonton pertunjukkan beliau, termasuk aku. Hehe..

IMG_1936
Ini adalah central dari Maruyama Park. Pohon sakura besar yang keren banget kalau diliat pas malam hari. Rasanya begitu tenang dan sejuk pas ngeliat pohon ini.

Aku melihat jam, sudah pukul tujuh lebih, aku harus segera kembali ke Kyoto Station. Aku pun melangkah meninggalkan Maruyama Park. Aku jalan kaki dari pintu keluar taman sampai ketemu jalan besar yang ramai dilalui kendaraan. Dari sana aku mencari halte bis, lalu naik bis menuju Kyoto Station.

Ketika aku turun dari bis di Kyoto Station, udara semakin dingin. Aku pun bergegas masuk ke dalam stasiun dan naik kereta menuju Minami-Kusatsu Station. Sepanjang perjalanan dari stasiun menuju apartemen, aku memikirkan hari terakhir ini. Rasanya tidak ingin berakhir. Belum pengen pulang. Masih pengen tinggal disini, masih pengen menjelajah Kyoto, masih ingin merasakan tinggal di sini.

Jepang dengan segala aturan masyarakatnya, tempat wisatanya, budaya mereka, 4 hari jelas tidak cukup mengeksplore itu semua.

Tapi waktu akan terus berjalan, mau tidak mau, aku akan pulang besok.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 27, 2016 in International, IPB, Jalan-Jalan, Jepang, KSHE

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: